Teknik Pengambilan Keputusan

TEKNIK-TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Brigita Lahutung

Dalam keterampilan pengambilan keputusan sama dengan teknik-teknik pengambilan keputusan. Teknik-teknik pengambilan keputusan berfungsi untuk membantu kita dalam membuat keputusan terbaik dikaitkan dengan ketersediaan informasi yang relevan.
Berikut adalah enam dari tujuh macam teknik pengambilan keputusan dari Manktelow, 2003 :

1. Pareto Analysis (Analisis Pareto)
Analisis pareto merupakan teknik yang sederhana, yang membantu kita dalam memilih perubahan tindakan yang akan kita ambil secara efektif. Analisis pareto merupakan sebuah teknik pengambilan keputusan yang bertujuan untuk menemukan perubahan yang akan memberikan manfaat terbesar bagi pengambil keputusan. Teknik ini berguna dalam kondisi terdapatnya sejumlah alternatif solusi dan tindakan yang memungkinkan yang dapat dipilih. Analisis pareto tidak hanya memberikan gambaran pada kita tentang masalah yang paling penting untuk diselesaikan, namun teknik tersebut juga memberikan sejumlah nilai yang memperlihatkan seberapa besar atau parah masalah tersebut.
Analisis Pareto dikembangkan oleh Vilfredo Frederigo Samoso pada akhir abad ke-19 merupakan pendekatan logic dari tahap awal pada proses perbaikan suatu situasi yang digambarkan dalam bentuk histogram yang dikenal sebagai konsep vital few and the trivial many untuk mendapatkan menyebab utamanya.
Analisis Pareto telah digunakan secara luas dalam kegiatan kendali mutu untuk menangani kerangka proyek; proses program; kombinasi pelatihan, proyek dan proses, sehingga sangat membantu dan memberikan kemudahan bagi para pekerja dalam meningkatkan mutu pekerjaan. Analisis Pareto merupakan metode standar dalam pengendalian mutu untuk mendapatkan hasil maksimal atau memilih masalah-masalah utama dan lagi pula dianggap sebagai suatu pendekatan sederhana yang dapat dipahami oleh pekerja tidak terlalu terdidik, serta sebagai perangkat pemecahan dalam bidang yang cukup kompleks.
Diagram Pareto dibuat berdasarkan data statistik dan prinsip bahwa 20% penyebab bertanggungjawab terhadap 80% masalah yang muncul atau sebaliknya. Kedua aksioma tersebut menegaskan bahwa lebih mudah mengurangi bagian lajur yang terletak di bagian kiri diagram Pareto daripada mencoba untuk menghilangkan secara sistematik lajur yang terletak di sebelah kanan diagram. Hal ini dapat diartikan bahwa diagram Pareto dapat menghasilkan sedikit sebab penting untuk meningkatkan mutu produk atau jasa.
Keberhasilan penggunaan diagram Pareto sangat ditentukan oleh partisipasi personel terhadap situasi yang diamati, dampak keuangan yang terlihat pada proses perbaikan situasi dan penetapan tujuan secara tepat. Faktor lain yang perlu dihindari adalah jangan membuat persoalan terlalu kompleks dan juga jangan terlalu mencari penyederhanaan pemecahan.
Tahapan penggunaan dari Analisis Pareto adalah mencari fakta dari data ciri gugus kendali mutu yang diukur, menentukan penyebab masalah dari tahapan sebelumnya dan mengelompokkan sesuai dengan periodenya, membentuk histogram evaluasi dari kondisi awal permasalahan yang ditemui, melakukan rencana dan pelaksanaan perbaikan dari evaluasi awal permasalahan yang ditemui, melakukan standarisasi dari hasil perbaikan yang telah ditetapkan dan menentukan tema selanjutnya.
Pareto Analysis adalah teknik yang cukup sederhana karena teknik ini membantu kita untuk menyelesaikan masalah yang penting untuk diselesaikan terlebih dahulu. Teknik ini menggunakan prinsip Pareto yang ide utamanya adalah mengerjakan 20% kerja dan menghasilkan 80% keuntungan dari seluruh pekerjaan.
 Langkah-langkah dalam melakukan teknik Pareto Analysis :
1. Buatlah daftar masalah yang sedang dihadapi atau pilihan-pilihan yang ada.
2. Jika memiliki banyak masalah, kelompokkan sesuai besar kecilnya.
3. Berikan skor yang tepat untuk masing-masing kelompok.
4. Selesaikan kelompok yang mempunyai skor yang paling tinggi.
Pareto Analysis tidak hanya menunjukkan masalah mana yang paling penting dan harus diselesaikan terlebih dahulu. Hal ini juga menunjukkan kepada kita mengenai berat ringannya suatu masalah.

2. Paired Comparison Analysis (Analisis Perbandingan Sepasang)
Paired Comparison Analysis membantu kita memecahkan masalah yang relatif lebih penting daripada yang lainnya. Teknik ini berguna, ketika kita tidak mempunyai data-data yang objektif mengenai masalah yang sedang kita hadapi. Analisis ini memudahkan kita untuk memilih masalah yang paling penting untuk diselesaikan atau memilih solusi yang memberikan keuntungan paling besar.
Dalam menggunakan teknik ini, bandingkan tiap pilihan yang ada dengan pilihan lain, satu per satu. Untuk setiap perbandingan tentukan dua pilihan yang paling penting. Lalu berikan skor yang menunjukkan seberapa penting pilihan tersebut. Setelah itu, kita bisa menggabungkan semua perbandingan diatas sehingga tiap pilihan memiliki derajat kepentingan.
 Langkah-langkah dalam melakukan Paired Comparison Analysis :
1. Buatlah daftar mengenai hal apa yang akan dibandingkan. Berikan huruf untuk tiap pilihan.
2. Buat tabel dengan model baris dan kolom.
3. Hitamkan bagian tabel dimana kita akan membandingkan dua hal yang sama. Biasanya terdapat di diagonal dari tabel tersebut.
4. Hitamkan juga bagian tabel dimana kita akan menemui perbandingan mengenai hal yang sama pada bagian yang lain. Biasanya bagian ini berada di bawah garis diagonal.
5. Pada bagian yang tersisa, bandingkan pilihan yang ada pada baris dengan pilihan yang ada pada kolom. Untuk tiap sel putuskan hal mana yang lebih penting. Tandai dengan huruf untuk pilihan yang lebih penting dalam tiap sel-nya. Serta berikan nilai pada perbedaan tingkatan kepentingannya yang berkisar antara 0 (tidak ada perbedaan) sampai 3 (sangat berbeda).
6. Terakhir, gabungkan hasilnya dengan menjumlahkan nilai total untuk setiap pilihan. Kita dapat juga merubah nilai tersebut ke dalam bentuk persentase.
Teknik analisis paired comparison merupakan metode yang baik untuk mengukur kepentingan relatif (relative importance ) dari sejumlah alternatif solusi dan tindakan. Analisis ini memeudahkan kita dalam menentukan keputusan kala skala prioritas dari masalah dan solusi tidak jelas, atau ketika seluruh solsi terhadap masalah memiliki kemungkinan menarik untuk dipilih. Teknik ini menyediakan kerangka untuk membandingkan setiap solusi atau tindakan terhadap alternatif solusi atau tindakan lain, dan memperlihatkan pada kita perbedaan kepentingan antara alternatif solusi.

3. Grid Analysis (Analisis Jaringan)
Teknik analisis ini membantu kita dalam menentukan keputusan atas beberapa pilihan yang dihadapkan pada sejumlah faktor yang berbeda.
Analisis Jaringan merupakan salah satu teknik perencanaan yang digunakan dalam pendekatan riset operasional. Pemahaman yang baik model jaringan dalam suatu masalah akan menentukan keberhasilan perencanaan dalam pemecahan masalah, baik dalam penurunan modelnya maupun dalam memecahkan model masalahnya.
Telah kita pelajari berbagai masalah yang menggunakan model jaringan sebagai model untuk menyelesaikan masalah. Dengan mempertimbangkan ketiga unsur, kita dapat menurunkan model jaringan dari masalah yang kita hadapi.
Unsur pertama, merupakan tempat, baik berupa tempat fisik maupun abstrak
Unsur kedua, merupakan keterhubungan antara anggota dua unsur pertama, baik keterhubungan fisik maupun keterhubungan abstrak. Unsur ketiga, merupakan bobot dari unsur kedua, yang mungkin biaya, mungkin pula berupa jarak, ataupun berupa waktu tempuh.
Kita telah melihat bagaimana makna, peran dan keterhubungan ketiga unsur tersebut melalui beberapa masalah, ragam masalah, serta contoh-contohnya.
Apabila di dalam tahap analisis masalah kita temukan ketiga unsur di atas, maka kita dapat terlebih dahulu menyajikan masalah ke dalam model jaringan. Dengan menggunakan model jaringan tersebut, kita akan lebih mudah melihat masalahnya, serta menentukan metode penyelesaiannya.

4. Teknik Implikasi Plus-Minus (Plus-Minus Implication, PMI)
Teknik pengambilan keputusan ini membantu kita dlam menentukan keputusan atas beberapa pilihan yang dihadapkan pada sejumlah faktor yang berbeda.
PMI merupakan kepanjangan dari “Plus/Minus/Implications”. Teknik ini adalah sebuah teknik pengambilan keputusan yang penting. Ketika kita telah memilih sebuah tindakan, kita harus mengamati perkembangan situasi. Mungkin, ada kalanya, tidak melakukan apa-apa merupakan keputusan terbaik yang ada.
 Langkah-langkah dalam melakukan teknik PMI :
1) Gambarkan tabel dengan bagian paling atas tabel bertuliskan “Plus”, “Minus”, dan “Implications”. Pada kolom di bawah “Plus” tuliskan apa saja hal positif yang akan didapatkan ketika mengambil keputusan tersebut. Pada kolom di bawah “Minus” tuliskan apa saja hal negatif yang akan didapatkan ketika mengambil keputusan tersebut. Sedangkan pada kolom “Implications” tuliskan apa saja yang menjadi dampak dan hasil yang memungkinkan dari pengambilan keputusan tersebut, baik positif maupun negatif.
2) Apabila keputusan masih belum bisa diambil, maka kita bisa memberikan penilaian untuk menunjukkan seberapa pentingnya item tersebut. Berikan skor yang tepat untuk masing-masing pilihan. Penilaian yang diberikan merupakan penilaian yang cukup subjektif.
3) Bila telah selesai memberikan penilaian jumlahkan skor yang didapatkan pada kolom “Plus”, “Minus” dan “Implications”. Nilai positif yang tinggi menunjukkan tindakan yang seharusnya diambil, namun apabila nilai negatif yang tinggi menunjukkan bahwa tindakan tersebut sebaiknya dihindari.

5. Force Field Analysis (Analisis Kekuatan Lapangan)

Analisa ini merupakan suatu metode yang cukup efektif untuk melihat faktor-faktor apa saja yang kiranya mendukung ataupun bertolak belakang dengan rencana yang kita ambil. Apabila kita telah mengambil suatu keputusan, maka analisa ini bisa kita gunakan untuk mengidentifikasi perubahan yang akan kita buat untuk mendapatkan hasik yang lebih baik.
 Langkah-langkah dalam melakukan teknik Force Field Analysis :
1. Buatlah daftar mengenai hal-hal apa saja yang mendukung perubahan tersebut dalam satu kolom, dan daftar mengenai apa saja yang melawan atau bertolak belakang dengan perubahan tersebut di kolom yang lainnya.
2. Berikan penilaian untuk masing-masing daftar tersebut, dari nilai 1 (lemah) hingga 5 (kuat).
3. Gambarkan diagram yang menunjukkan kekuatan untuk mendukung dan melawan perubahan tersebut.
Analisis ini merupakan teknik yang berguna untuk melihat sejumlah kekuatan dan bila memungkinkan seluruh kekuatan, yang mendukung maupun menghalangi suatu tujuan atau rencana yang akan diputuskan. Pada dasarnya teknik ini memiliki gambaran yang membantu kita dalam mengidentifikasikan sejumlah yang daapt dibuat untuk memperbaiki rencana guna meningkatkan pengambilan keputusan yang baik.

6. Cost/Benefit Analysis ( Analisis biaya dan Manfaat)

Analisis ini merupakan analisis yang cukup simpel. Seperti yang namanya, dalam menggunakan analisis ini kita diminta untuk menjumlahkan semua nilai dari keuntungan yang diperoleh kemudian menguranginya dengan biaya-biaya yang lain.
Untuk menggunakan analisis ini, pertama tentukan seberapa banyak biaya yang akan dipakai untuk melakukan suatu perubahan. Kemudian hitung berapa keuntungan yang akan didapatkan dari itu semua. Dimana biaya dan keuntungan akan dibayarkan atau didapatkan sepanjang waktu. Rencanakan waktu dengan tepat sehingga semua biaya yang digunakan untuk melakukan perubahan bisa tergantikan dengan tepat sehingga semua biaya yang digunakan untuk melakukan perubahan bisa tergantikan dengan keuntungan yang diperoleh.
Teknik ini merupakan teknik yang mudah digunakan untuk menentukan keputusan. Analisis ini dapat dilakukan hanya dengan menggunakan biaya dan manfaat keuangan saja.
• Analisis biaya
Biaya pengembangan sistem informasi berbasis multimedia terdiri dari:
 Biaya personal: gaji analis sistem, gaji programmer, professional komunikasi. Gaji konsultan, gaji operator, sekretaris, dan orang yang bekerja dalam proyek tersebut.
 Biaya penggunaan computer: testing. Konversi, pengolahan kata, pemeliharaan kamus data, pengambilan file data baru, dan lain sebagainya.
 Biaya pelatihan: biaya pelatihan calon pemakai
 Biaya suplai, penggandaan dan peralatan
 Biaya perangkat lunak dan perangkat keras (computer) multimedia yang baru.
Biaya yang berhubungan dengan pengoperasian sistem tersebut terdiri dari:
 Biaya tetap: pembayaran sewa dan lisensi perangkat lunak, gaji operator, dan pendukung pengoperasian sistem.
 Biaya variable: biaya penggunaan computer, suplai,dan biaya overhead.

• Analisis manfaat
Manfaat terdiri dari manfaat wujud dan manfaat tak berwujud. Manfaat wujud adalah manfaat yang mudah dikuantitaskan (dalam rupiah), sedangkan manfaat tak berwujud sulit untuk dikuantitaskan.
• Manfaat wujud antara lain:
 pengurangan kesalahan pengolahan
 peningkatan hasil
 pengurangan waktu tanggap
 eliminasi langkah kerja
 pengurangan biaya
 peningkatan penjualan
 percepatan putaran
 perbaikan kredit
 pengurangan kredit macet

• Manfaat tidak berwujud antara lain:
 perbaikan citra (nama baik) perusahaan terhadap pelanggan
 perbaikan moral karyawan
 perbaikan kepuasan kerja karyawan
 perbaikan pelayanan terhadap pelanggan
 perbaikan pengambilan keputusan
(Brigita Lahutung, 07301541, Manajemen Keuangan)

Sumber:

http://jauharoh.wordpress.com/2010/12/11/analisis-pareto/
http://mushma.wordpress.com/2008/08/09/teknik-teknik-peningkatan-mutu/http://en.wikipedia.org/wiki/Pareto_analysis
http://www.psikologizone.com/category/industri-organisasi/teknik-teknik-decision-making
http://pustaka.ut.ac.id/website/
http://andri88-blog.blogspot.com/2009/09/model-pengambilan-keputusan.html

About gita1107

An ordinary girl, from Manado, North Celebes, Indonesia.. Addicted to Donuts, Love my family more than anything and always through this life with bless of GOD..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

about.me

Brigita Julianti Lahutung

Brigita Julianti Lahutung

It is Me, Myself and I..

Tweet Me.. ^_^

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Arsip

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 229 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: