Fakultas Ekonomi

PSIKOLOGI PERUSAHAAN

PSIKOLOGI
PERUSAHAAN
Kewirausahaan

Oleh:

Brigita Lahutung

UNIVERSITAS NEGERI MANADO
FAKULTAS EKONOMI
EKONOMI MANAJEMEN
2009

KEWIRAUSAHAAN Psikologi
Perusahaan
2
Brigita Lahutung
PSIKOLOGI PERUSAHAAN

I. Psikologi dalam Perusahaan

A. Peran Psikologi Perusahaan
Dalam perjalanannya sebagai sebuah ilmu, Psikologi telah banyak memberikan kontribusi
bagi perkembangan organisasi atau perusahaan. Teori, hasil penelitian dan teknik-teknik atau
metode tentang perilaku organisasi telah banyak diaplikasikan oleh perusahaan dalam
meningkatkan kinerja dan produktivitas. Para lulusan Psikologi yang berkarir dalam dunia bisnis
juga telah banyak menunjukkan peranan penting mereka dalam pengembangan sumber daya
manusia di perusahaan-perusahaan tempat mereka bekerja. Permasalahannya adalah masih
banyak orang yang belum dapat melihat peran tersebut karena memang cenderung “implisit”
artinya seringkali tidak langsung dapat dilihat secara finansial.

B. Psikologi Industri dan Organisasi
Psikologi dalam pengertian umum adalah ilmu yang mempelajari tentang tingkah-laku
manusia. Bagi orang awam seringkali Psikologi disebut dengan ilmu jiwa karena berhubungan
dengan hal-hal psikologis/kejiwaan. Sama seperti ilmu-ilmu yang lain, maka Psikologi memiliki
beberapa sub bidang seperti Psikologi Pendidikan, Psikologi Klinis, Psikologi Sosial, Psikologi
Perkembangan, Psikologi Lintas Budaya, Psikologi Industri & Organisasi, Psikologi Lingkungan,
Psikologi Olahraga, dan Psikologi Anak & Remaja. Dari beberapa sub bidang tersebut Psikologi
Industri dan Organisasi (PIO) merupakan bidang khusus yang memfokuskan perhatian pada
penerapan-penerapan ilmu Psikologi bagi masalah-masalah individu dalam perusahaan yang
secara khusus menyangkut penggunaan sumber daya manusia dan perilaku organisasi.

C. Bagaimana Psikologi Berperan
Secara umum berbagai teori, metode dan pendekatan Psikologi dapat dimanfaatkan di
berbagai bidang dalam perusahaan. Salah satu hasil riset yang dilakukan terhadap para manager
HRD menunjukkan bahwa lebih dari 50% responden menyebutkan Psikologi Industri dan
Organisasi memberikan peran penting pada area-area seperti pengembangan manajemen SDM
(rekrutmen, seleksi dan penempatan, pelatihan dan pengembangan), motivasi kerja, moral dan
kepuasan kerja. 30% lagi memandang hubungan industrial sebagai area kontribusi dan yang
lainnya menyebutkan peran penting PIO pada disain struktur organisasi dan desain pekerjaan. KEWIRAUSAHAAN Psikologi
Perusahaan
3
Brigita Lahutung
Hasil riset tersebut di atas mungkin hanya menggambarkan sebagian besar area dimana Psikologi
dapat berperan. Satu hal yang belum disebutkan di atas misalnya peran para psikolog dalam
menangani individu-individu yang mengalami masalah-masalah psikologis melalui employees
assistant program (EAP) atau pun klinik-klinik yang dimiliki oleh perusahaan. Penanganan
individu yang mengalami masalah psikologis sangat besar pengaruhnya terhadap produktivitas
dan kinerja perusahaan. Hal tersebut sangatlah wajar mengingat bahwa perusahaan digerakan
oleh individu-individu yang saling berinteraksi di dalamnya.
Dalam kenyataan sehari-hari banyak faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi
seseorang dalam bekerja. Faktor-faktor tersebut seringkali tidak dapat diselesaikan dengan
pendekatan-pendekatan lain di luar psikologi. Contoh: dalam suatu team yang terdiri dari para
pakar yang sangat genius seringkali justru tidak menghasilkan performance yang baik
dibandingkan dengan sebuah team yang terdiri dari orang-orang yang berkategori biasa-biasa
saja.
Bagaimana Psikologi berperan dalam perusahaan, menurut John Miner dalam bukunya
Industrial-Organizational Psychology (1992), dapat dirumuskan dalam 4 bagian:
Terlibat dalam proses input:
Melakukan rekrutmen, seleksi, dan penempatan karyawan.
Berfungsi sebagai mediator dalam hal-hal yang berorientasi pada produktivitas:
Melakukan pelatihan dan pengembangan, menciptakan manajemen keamanan kerja dan
teknik-teknik pengawasan kinerja, meningkatkan motivasi dan moral kerja karyawan,
menentukan sikap-sikap kerja yang baik dan mendorong munculnya kreativitas
karyawan..
Berfungsi sebagai mediator dalam hal-hal yang berorientasi pada pemeliharaan:
Melakukan hubungan industrial (pengusaha-buruh-pemerintah), memastikan komunikasi
internal perusahaan berlangsung dengan baik, ikut terlibat secara aktif dalam penentuan
gaji pegawai dan bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkannya, pelayanan
berupa bimbingan, konseling dan therapi bagi karyawan-karyawan yang mengalami
masalah-masalah psikologis
Terlibat dalam proses output:
Melakukan penilaian kinerja, mengukur produktivitas perusahaan, mengevaluasi jabatan
dan kinerja karyawan.
Dengan melihat peran tersebut diatas maka dapat disimpulkan bahwa Psikologi berperan
dalam semua aspek-aspek individual yang berhubungan dengan pekerjaan dan organisasi. Peran
tersebut diatas juga sekaligus menepis anggapan yang mengatakan bahwa para Psikolog yang KEWIRAUSAHAAN Psikologi
Perusahaan
4
Brigita Lahutung
direkrut oleh perusahaan tidak lebih dari “tukang test dan Interviewer”. Meskipun dalam
kenyataannya masih sering ditemui bahwa para Psikolog yang ditempatkan di HRD atau Personalia
hanya dapat menjalankan fungsinya sebagai recruiter atau petugas yang membayar gaji pegawai
semata. Bagaimana para Psikolog memaksimalkan perannya dalam perusahaan merupakan
tantangan bagi para profesional di bidang Psikologi untuk bersaing dengan para lulusan dari bidang-
bidang ilmu lain seperti Ekonomi, Hukum, dll.

D. Psikologi Perusahaan Sebagai Profesi
Psikologi industry menekankan pada perilaku manusia dalam kegiatan perusahaan sebagai
berikut:
a. Tenaga kerja sebagai asset kekayaan
Motivasi kerja
Kondisi kerja
Penilaian kerja
Kepuasan kerja
Pelatihan dan pengembangan kerja
Kepemimpinan
Organisasi kerja
Stress dan keselamatan kerja

b. Konsumen
1. Dilihat sebagai individu (manusia), ada yang berperilaku :
Ekonomis
Estetika (keindahan)
Prestise (gengsi)
2. Dilihat dari aktivitas/ kegiatan berperilaku :
Mentalitas (ingin tahu, ingin memiliki, membuat keputusan)
Fisik (mencari, membeli dan menggunakan)
c. Produk perusahaan
Perilaku yang berhubungan dengan produk barang/jasa perusahaan adalah:
Jenis produk
Kemasan produk
Bentuk produk
Pelayanan KEWIRAUSAHAAN Psikologi
Perusahaan
5
Brigita Lahutung

E. Manfaat dari Psikologi Perusahaan/Industry dan Psikologi Konsumen
Pertumbuhan perusahaan maupun industry yang cepat
Pada waktu industry berkembang dengan cepat dan meningkat dua kali
Merangsang konsumen untuk membeli
Memperbesar laba usaha
Kontinuitas laba usaha

II. Psikotest (Tes Psikologi)

Untuk mencapai Visi dan Misi perusahaan, kualitas SDM merupakan faktor penting yang
perlu dipersiapkan perusahaan sejak dini mulai dari proses recruitment dilakukan. Dengan merekrut
karyawan yang potensial dan memiliki kesiapan psikologis yang baik, serta penempatan karyawan
yang tepat, perusahaan akan lebih lebih mudah memperoleh produktifitas yang optimal dari
karyawan dan karyawanpun merasa happy dan bisa menikmati pekerjaan yang mereka lakukan.
Sinergi ini membuat perusahaan lebih survive dalam menghadapi tantangan apapun yang dihadapi
di era global ini.

a) Tujuan psikotest
TES PSIKOLOGI akan membantu perusahaan untuk mengambil keputusan yang tepat atas
seseorang sehingga perusahaan bisa mengambil keputusan yang terbaik, dalam proses recruitment,
placement, promosi ataupun evaluasi karyawan.
Rekomendasi yang diberikan didasarkan pada potensi kandidat secara keseluruhan.
Rekomendasi juga disesuaikan dengan tujuan psikotes diadakan, yaitu:
a. Untuk tujuan seleksi atau promosi rekomendasinya adalah: Disarankan, Cukup
Disarankan, Kurang Disarankan, Tidak Disarankan.
b. Untuk tujuan evaluasi atas posisi tertentu rekomendasinya adalah: Sesuai, Cukup
Sesuai, Kurang Sesuai, TidakSesuai.
c. Untuk tujuan pengembangan rekomendasinya adalah: Potensial, Cukup Potensial,
Kurang Potensial, Tidak Potensial.

KEWIRAUSAHAAN Psikologi
Perusahaan
6
Brigita Lahutung

b) Hasil Psikotest
Hasil dari psikotest itu sendiri adalah berupa PSIKOGRAM
PSIKOGRAM merupakan gambaran secara umum atas potensi psikologis kandidat. Bentuk
dan aspek-aspek yang ada dalam psikogram dibedakan berdasarkan level jabatan. Pada psikogram
standar akan digambarkan potensi psikologis kandidat dalam aspek:
a. Aspek Inteligensi (Taraf kecerdasan, daya tangkap, analisa, sintesa, kemampuan
verbal, kemampuan konkrit praktis, daya ingat, kemampuan numerik),
b. Aspek sikap kerja (Ketekunan,kecepatan, kegigihan, sistematika kerja, daya tahan
stress,motivasi, kedisiplinan),
c. Aspek sosial emosional /kepribadian (stabilitas emosi ,kepercayaan diri,komunikasi,
kerjasama, penyesuaian diri),
d. Aspek kepemimpinan/Aspek manajerial (Visi,perencanaan, kemampuan
memberikan instruksi, Pengorganisasian tim, Pengawasan terhadap tugas, Kemamp.
memberikan umpan balik,Kemandirian, Pengambilan keputusan, Komitmen dalam
tim, Orientasi pada tugas, Orientasi pada relasi, Pendekatan pada bawahan).

Sumber:

http://sinergioptima.wordpress.com/category/tes-psikologi/
http://cafepojok.com/forum/archive/index.php/t-25128.html
http://cafepojok.com/forum/archive/index.php/t-25128.html

2 thoughts on “PSIKOLOGI PERUSAHAAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s