Manajemen Audit

Audit Kinerja Manajerial

Audit Kinerja Manajerial
Brigita lahutung

BAB I. PENDAHULUAN

 Audit Kinerja
Kinerja suatu organisasi dinilai baik jika organisasi yang bersangkutan mampu melaksanakan tugas-tugas dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan pada standar yang tinggi dengan biaya yang rendah. Kinerja yang baik bagi suatu organisasi dicapai ketika administrasi dan penyediaan jasa oleh organisasi yang bersangkutan dilakukan pada tingkat yang ekonomis, efisien dan efektif. Konsep ekonomi, efisiensi dan efektivitas saling berhubungan satu sama lain dan tidak dapat diartikan secara terpisah. Konsep ekonomi memastikan bahwa biaya input yang digunakan dalam operasional organisasi dapat diminimalkan. Konsep efisien memastikan bahwa output yang maksimal dapat dicapai dengan sumber daya yang tersedia. Sedangkan konsep efektif berarti bahwa jasa yang disediakan/dihasilkan oleh organisasi dapat melayani kebutuhan pengguna jasa dengan tepat.
 Struktur Audit Kinerja
Sebelum melakukan audit, auditor terlebih dahulu harus memperoleh informasi umum organisasi guna mendapatkan pemahaman yang memadai tentang lingkungan organisasi yang diaudit, struktur organisasi, misi organisasi, proses kerja serta sistem informasi dan pelaporan. Pemahaman lingkungan masing-masing organisasi akan memberikan dasar untuk memperoleh penjelasan dan analisis ynag lebih mendalam mengenai sistem pengendalian manajemen.
Berdasarkan hasil analisis terhadap kelemahan dan kekuatan sistem pengendalian dan pemahaman mengenai keluasan (scope), validitas dan reabilitas informasi kinerja yang dihasilkan oleh entitas/organisasi, auditor kemudian menetapkan kriteria audit dan mengembangkan ukuran-ukuran kinerja yang tepat. Berdasarkan rencana kerja yang telah dibuat, auditor melakukan pengauditan, mengembangkan hasil-hasil temuan audit dan membandingkan antara kinerja yang dicapai dengan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Hasil temuan kemudian dilaporkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan yang disertai dengan rekomendasi yang diusulkan oleh auditor. Pada akhirnya, rekomendasi-rekomendasi yang diusulkan oleh auditor akan ditindaklanjuti oleh pihak-pihak yang berwenang.
Struktur audit kinerja terdiri atas tahap pengenalan dan perencanaan, tahap pengauditan, tahap pelaporan dan tahap penindaklanjutan.
Pada tahap pengenalan dilakukan survei pendahuluan dan review sistem pengendalian manajemen. Pekerjaan yang dilakukan pada survei pendahuluan dan review sistem pengendalian manajemen bertujuan untuk menghasilkan rencana penelitian yang detail yang dapat membantu auditor dalam mengukur kinerja dan mengembangkan temuan berdasarkan perbandingan antara kinerja dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya.
Tahap pengauditan dalam audit kinerja terdiri dari tiga elemen, yaitu telaah hasil-hasil program, telaah ekonomi dan efisiensi dan telaah kepatuhan. Tahapan-tahapan dalam audit kinerja disusun untuk membantu auditor dalam mencapai tujuan audit kinerja.
Tahap pelaporan merupakan tahapan yang harus dilaksanakan karena adanya tuntutan yang tinggi dari masyarakat atas pengelolaan sumber daya publik. Hal tersebut menjadi alasan utama untuk melaporkan keseluruhan pekerjaan audit kepada pihak manajemen, lembaga legislatif dan masyarakat luas. Penyampaian hasil-hasil pekerjaan audit dapat dilakukan secara formal dalam bentuk laporan tertulis kepada lembaga legislatif maupun secara informal melalui diskusi dengan pihak manajemen. Selain itu, laporan tertulis juga sangat penting untuk akuntabilitas publik. Laporan tertulis merupakan ukuran yang nyata atas nilai sebuah pemeriksaan yang dilakukan oleh auditor. Laporan yang disajikan oleh auditor merupakan kriteria yang penting bagi kesuksesan atau kegagalan pekerjaannya.
Tahapan yang terakhir adalah tahap penindaklanjutan, dimana tahap ini didesain untuk memastikan/memberikan pendapat apakah rekomendasi yang diusulkan oleh auditor sudah diimplentasikan. Prosedur penindaklanjutan dimulai dengan tahap perencanaan melalui pertemuan dengan pihak manajemen untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi organisasi dalam mengimplementasikan rekomendasi auditor. Selanjutnya, auditor mengumpulkan data-data yang ada dan melakukan analisis terhadap data-data tersebut untuk kemudian disusun dalam sebuah laporan.
(Brigita Lahutung, 07301541, Manajemen Keuangan)

BAB II. PEMBAHASAN

 Audit Kinerja Manajerial Disoroti Dari Kemampuan Memainkan Berbagai Perannya Secara Efektif
Dalam dunia yang penuh dinamika dan perubahan yang berlangsung dengan sangat cepat, manajemen suatu perusahaan dituntut memiliki suatu kemampuan memainkan peran yang beraneka ragam, tidak hanya interaksi dengan berbagai komponen dalam perusahaan melainkan juga interaksi dengan berbagai pihak diluar perusahaan. Bentuk dan jenis interaksi itu berbeda dari satu waktu ke waktu yang lain dalam perusahaan yang sama. Namun meskipun terdapat berbagai perbedaan, kesamaan dalam pengalaman banyak manajer memungkinkan generalisasi tentang peranan yang dituntut dan dari biasanya dimainkan oleh para manajer.
Beberapa peranan itu dapat dikategorikan menjadi :
a). Peranan yang bersifat interpersonal
b). Peranan yang bersifat informasional
c). Peranan sebagai pengambil keputusan
d). Peranan selaku wirausahawan
e). Peranan selaku perendam krisis
f). Peranan selaku pembagi sarana prasarana dan dana dan daya
g). Peranan selaku perunding
 Peranan yang bersifat informasional
Peranan yang bersifat informasional menuntut manajemen memiliki kemampuan tinggi untuk memilih informasi yang diperlukan guna mendukung penyelenggaraan berbagai kegiatan manajerial. Berkat perkembangan teknologi informasi yang berlangsung dengan sangat pesat, para manajer dewasa ini dihadapkan pada situasi yang sangat berbeda dibandingkan dengan masa lalu pada waktu mana teknologi informasi belum berkembangan seperti sekarang ini, oleh karena itu tidak jarang seorang manajer lebih mengandalkan pengetahuan, pengalaman dan intuisinya dalam mengambil berbagai keputusan. Audit manajemen dalam dalam bidang ini dirasakan penting karena pada manajer diharapkan mampu memainkan paling sedikit tiga peranan dalam penanganan dan pemanfaatan informasi yaitu :
1). Sebagai pemantau informasi
2). Penanggungjawab penyeberluasan informasi dan
3). Karena dalam tuntutan terhadap kemampuan sebagai jurubicara organisasi yang semuanya menunjukan bahwa informasi merupakan salah satu asset milik perusahaan yang sangat berharga.
 Peranan selaku pengambil keputusan
Peranan selaku pengambil keputusan adalah upaya sadar, sistematik dan rasional guna menjamin bahwa hal-hal yang terjadi dalam perusahaan bukan karena suatu kebetulan. Salah satu kriteria keberhasilan para manajer memimpin suatu perusahaan ialah kemampuan dan kecekatannya mengambil keputusan yang efektif. Demikian pentingnya kemampuan dan kecekatan itu sampai para pakar sering menekankan bahwa inti kepemimpinan ialah pengambilan keputusan. Karena itu perlu pemahaman yang tepat tentang berbagai bentuk peranan yang harus dimainkan oleh kelompok manajemen selaku pengambil keputusan yang pada dasarnya berkisar pada peranan selaku wirausahawan, peredam krisis, yang mungkin pada mulanya timbul dalam bentuk hambatan atau ancaman baik yang datang dari luar maupun yang bersumber dari dalam perusahaan sendiri, penentu pembagian sarana,prasarana, dana, dan daya untuk digunakan oleh para bawahan dan perunding atas nama perusahaan. Selaku wirausahawan para manajer harus mampu antara lain untuk :
1). Mempertahankan eksistensi perusahaan
2). Menghadapi persaingan yang sering sangat tajam
3). Menciptakan kondisi yang memungkinkan perusahaan bertumbuh dan berkembang
4). Menghadapi tantangan eksternal yang sering menuntut perusahaan memilih strategi yang tepat
5). Meraih keuntungan untuk sebagian dibagikan kepada pemodal dan pemilik saham sebagai difiden dan kepada para karyawan dalam imbalan serta sebagian lagi untuk investasi
6). Penguasaan pangsa pasar yang lebih besar berkat adanya produk yang diminati oleh para konsumen
7). Mempunyai visi tentang masa depan perusahaan
 Audit kinerja dalam penyelenggaraan fungsi-fungsi manajerial
Meskipun manajemen sudah diakui sebagai salah satu cabang disiplin ilmiah yang bersifat terapan para pakar belum sepakat tentang klasifikasi fungsi-fungsi yang diselenggarakan oleh para manajer yang telah disepakati ialah adanya fungsi-fungsi manajerial.
Dalam mengembangkan konsep dan teori tertentu, para ilmuan menggunakan kerangka acuan dan titik tolak berpikir yang berbeda, dan juga dipengaruhi oleh berbagai factor seperti:
a) Falsafah hidupnya
b) Latar belakang sosialnya
c) Latar belakang pendidikan
d) Interpretasi tentang perkembangan bidang ilmu yang ditekuninya
e) Kondisi lingkungan
Dari cara berpikir demikian, fungsi-fungsi manajerial yang dibahas dan disoroti sebagai sasaran audit ialah perencanaan, pengorganisasian, penumbuhan, dan pemeliharaan motivasi karyawan, pengawasan dan penilaian.
Perencanaan merupakan kegiatan mental intelektual yang dilakukan oleh seseorang dengan sadar dan sadar untuk memutuskan hal-hal yang akan dikerjakan dalam satu kurun waktu tertentu di masa depan. Perencanaan memerlukan organisasi. Pandangan tradisional menekankan bahwa organisasi merupakan wadah yang menampung berbagai komponen dan aktivitas perusahaan secara melembaga. Jika fungsi organisasi diselenggarakan berdasarkan pandangan yang tradisional, manajemen puncak sudah dihadapkan pada tugas memahami cirri-ciri berbagai tipe dan struktur organisasi yang sudah lama dikenal dan kemudian memilih struktur yang dianggap paling tepat, yang menjamin kelancaran pelaksanaan kegiatan dalam perusahaan yang bersangkutan.
 Keterampilan Memimpin Sebagai Sasaran Audit Kinerja Manajerial
Audit kinerja manajerial dengan kepemimpinan sebagai objeknya ialah rumus yang mengatakan bahwa produktivitas suatu organisasi termasuk organisasi bisnis terwujud karna penggabungan kepemimpinan yang efektif dan pelaksanaan semua kegiatan operasional dengan efisien, efektivitas kepemimpinan tercermin dalam berbagai hal seperti:
a. Kemahiran menetukan tujuan yang layak dan mungkin dicapai
b. Kemampuan menentukan berbagai sasaran dengan tepat
c. Kemampuan merumuskan dan menentukan strategi baik dalam arti strategi induk, strategi dasar atau strategi fungsional dan strategi operasional.
d. Memilih dan menetapkan filsafat bisnis yang dianut
e. Keterampilan menyelenggarakan berbagai fungsi manajerial
f. Ketangguhan menghadapi tantangan termasuk mengatasi krisis
g. Kejelian melihat dan memanfaatkan peluang yang timbul
h. Kehandalan dalam menumbuhkan dan memelihara kultur organisasi
i. Kecekatan menggunakan gaya kepemimpinan yang situasional
j. Pemilikan visi tentang masa depan yang diinginkan
Kesemuanya itu dilakukan secara bertanggung jawab dalam arti moral, etika dan legal. Sering ditekankan bahwa manajemen berkewajiban untuk melakukan hal-hal yang benar, sedangkan pada tingkat pelaksanaan karyawan berkewajiban untuk menyelesaikan tugasnya dengan cara-cara yang tepat.
Kelompok manajer dalam setiap organisasi memainkan peranan yang sangat menetukan. Mereka menjadi pemain utama dan kunci dengan peranan yang sangat strategic. Karena itu, agar audit kinerja manajerial berhasil mengungkap informasi tentang efektif tidaknya kepemimpinan para manajer dalam perusahaan, audit kinerja harus memahami berbagai teori tentang kepemimpinan, karena konsep-konsep yang terdapat dalam teori itulah yang dijadikan sebagai bahan pembanding.
Teori kepemimpinan dapat dikelompokkan menjadi 3 jenis, yaitu:
a) Teori kepemimpinan yang menyoroti cirri-ciri kepemimpinan yang efektif
b) Teori dengan sorotan perhatian yang ditunjukkan pada perilaku dan gaya manajerial
c) Teori yang menekankan pentingnya pendekatan situasional dalam menerapkan kepemimpinan.
 (Brigita Lahutung, 07301541, Manajemen Keuangan)

BAB III. PENUTUP

 KESIMPULAN
Kelompok manajemen dalam suatu organisasi, termasuk perusahaan merupakan pemain kunci dalam seluruh aspek kehidupan organisasi atau perusahaan yang dipimpinnya, pada tingkat yang dominan, berhasil tidaknya organisasi atau perusahaan meraih kemajuan dalam berbagai bentuk dan manifestasinya ditentukan oleh kinerja mereka. Sebaliknya kegagalan atau kekurangberhasilan perusahaan mencapai tujuan dan berbagai sasarannya harus dilihat sebagai kegagalan atau ketidakberhasilan kelompok manejemen puncak untuk menampilkan kinerja yang memuaskan yang menuntut pertanggungjawaban. Memang benar bahwa manajemen, terutama manajemen puncak tidak mengerahkan kemampuan, penetahuan, keterampilan, waktu dan tenaga mereka untuk hal-hal yang sifatnya teknis operasional, tetapi untuk kepentingan yang lebih strategis. Pada tingkat tertentu kelompok manajemen harus memperhatikan hal-hal yang bersifat teknis dan operasional itu, karena manajemen merupakan kiat untuk memperoleh hasil dalam rangka pencapain tujuan melalui orang lain.
Dengan perkataan lain meskipun mengelolah suatu perusahaan tidak dapat dilakukan dengan pendekatan yang dikotonis dalam arti menggunakan pendekatan manajemen vis a vis pelaksana kegiatan teknis dan operasoinal seolah-olah kepentingan mereka merupakan dua hal yang mutually exclusive sehingga dapat diterima sebagai suatu kebenaran ilmiah apabila dikatakan bahwa prokduktivitas suatu organisasi merupakan hasil positif dari penggabungan dari efektivitas manajerial dan efisiensi operasional. Dari sudut pandang demikianlah pentingnya audit kinerja manajerial harus dilihat artinya jika manajemen menyambut baik pelaksanaan audit berbagai bidang fungsional yang akan dibahas dalam bab-bab tersendiri mereka harus menunjukan sikap yang sama terhadap pelaksanaan audit kinerja manajerial meraka sendiri.
Dengan demikian, ada tiga aspek yang bermuara pada kinerja manajerial yang dapat dan harus dijadikan sebagai sasaran audit kinerja manajerial adalah :
1). Kemampuan manajerial memainkan perannya
2). Ketangguhan manajemen menyelenggarakan berbagai fungsi manajerial
3). Keterampilan memimpin perusahaan yang dihadapkan kepada berbagai tantangan, baik yang sifatnya eksternal maupun internal.
(Brigita Lahutung, 07301541, Manajemen Keuangan)

DAFTAR PUSTAKA

 Rumawir, J. 2010. Buku Ajar MANAJEMEN AUDIT. Manado. Jurusan Ekonomi Manajemen, FEKON UNIMA
http://idtesis.blogspot.com/2008/03/audit-kinerja-pada-organisasi-sektor.html
http://www.scribd.com/doc/43621082/Audit-Kinerja-Manajerial
 elearning-1.esaunggul.ac.id/mod/resource/view.php?id=57012
http://www.ebookgg.com/au/audit-kinerja-manajerial-book.pdf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s