Laporan Studi Lapangan

Bisnis Jasa di Provinsi Bali

Bisnis Jasa di Bali (report)
oleh: Brigita Lahutung

Bab I. PENDAHULUAN
Usaha jasa pada masa sekarang merupakan salah satu sector usaha yang turut memberikan andil yang besar bagi pendapatan devisa bagi perekonomian suatu Negara. Hal ini tentu juga berlaku di Indonesia. Sebagai salah satu Negara kepulauan, Indonesia memiliki begitu banyak sumber-sumber daya alam serta beberapa daerah dengan potensi pariwisata yang menjanjikan. Salah satu daerah yang memiliki potensi pariwisata yang menakjubkan adalah Pulau Bali.
Bali merupakan salah satu nama propinsi di Indonesia, dan juga merupakan nama pulau terbesar yang menjadi bagian dari propinsi tersebut. Selain itu Bali dikenal sebagai Pulau Dewata (Island God/ Island Paradise) yang merupakan salah satu tempat wisata terbaik di Indonesia bahkan dunia. Kuta, Sanur, Nusa Dua, Bedugul, Ubud, Sukawati, Lovina, dan lain-lain. Pulau Bali sendiri selain terkenal dengan keindahan objek wisatanya, Wilayah propinsi ini juga terdiri dari pulau-pulau yang lebih kecil dari sekitarnya yaitu pulau nusa penida, pulau nusa lombongan, pulau nusa ceningan, dan pulau serangan.
Bali terletak diantara pulau jawa, dan pulau Lombok. Ibukota propinsinya adalah Denpasar, yang terletak di bagian selatan pulau ini. Mayoritas penduduk bali pemeluk agama hindu di dunia, Bali terkenal sebagai tujuan pariwisata dengan keunikan berbagai hasil seni budaya khususnya bagi para wisatawan Jepang dan Australia. Bali juga di kenal dengan sebutan pulau Dewata dan pulau Seribu Pura.
Dalam pembahasan berikut akan dibahas mengenai pengembangan usaha jasa melalui wisata budaya, dengan contoh lokasi usaha Garuda Wisnu Kencana (GWK)
(Brigita Lahutung, 07301541, Manajemen Keuangan)

Bab II. PEMBAHASAN

“Pengembangan Usaha Jasa melalui Wisata Budaya”
Keindahan Bali telah menjadikan Pulau Bali sebagai salah satu destinasi pariwisata internasional, bahkan telah dikenal di mata dunia. Selain kaya akan panorama alam yang indah, Bali juga memiliki berbagai ragam kultur budaya di dalam masyarakatnya. Penduduk Bali merupakan mayoritas masyarakat Hindu yang memegang teguh kebudayaan yang sudah turun-temurun diwariskan oleh para leluhur. Banyak pura-pura di sekitaran pulau Bali.
Oleh karena Pulau Bali telah banyak dikenal di mata internasional, maka banyak berkembang berbagai bentuk usaha di pulau ini. Mulai dari usaha kecil-kecilan, menengah bahkan usaha bertaraf internasional. Dalam bidang jasa, sudah banyak hotel berbintang yang dibangun di sana begitu juga dengan berbagai resort yang melayani para tamunya dengan sangat baik. Usaha-usaha ini tidak pernah sepi pngunjung karena jumlah wisatawan yang datang ke Bali terus bertambah dari tahun ke tahun.
Berbagai usaha jasa yang hampir semua didominasi oleh usaha bertaraf internasional ini otomatis harus diimbangi dengan pelestarian ragam budaya yang ada di Bali agar semua budaya-budaya yang unik ini tidak kehilangan eksistensinya. Untuk itu diperlukan adanya suatu sector usaha jasa yang bukan hanya menawarkan jasa untuk kenyamanan serta kesenangan wisatawan tapi juga usaha yang sekaligus menawarkan kekayaan dan keragaman budaya tradisional yang ada di Indonesia. Di kawasan terdapat salah satu tempat pusat berbagi usaha barang dan jasa sekaligus sebagai pusat wisata budaya tradisional Bali, yaitu Garuda Wisnu Kencana Cultural Park. Tempat ini sangat membantu pengenalan akan budaya tradisional Indonesia di mata dunia. Berikut adalah sekilas mengenai GWK.
GARUDA WISNU KENCANA
GWK adalah singkatan dari Garuda Wisnu Kencana, yang artinya “Burung Garuda Kendaraan Dewa Wisnu” adalah sebuah maha karya bangsa Indonesia yang direncanakan akan didirikan sebagai patung yang paling tinggi di Dunia dengan tinggi 172 m diatas permukaan tanah dengan luas daerah mencapai 250 hektar.. Patung GWK berada di Bali selatan tepatnya di bukit Ungasan, berdekatan dengan kampus Udayana, Terletak diatas dataraan tinggi batu kapur padas dan menatap kawasan wisata dipesisir selatan Bali
GWK merupakan salah satu obyek wisata di bali, yang terletak diatas dataran tinggi batu kapur padas dan menatap kawasan wisata dipesisir selatan Bali, dan berjarak 25 km dari Denpasar atau 15 km dari Bandara, Garuda Wisnu Kencana Cultural Park adalah jendela seni dan budaya Pulau Dewata yang memiliki latar belakang alami serta panorama yang sangat mengagumkan. Kawasan ini merangkum berbagai kegiatan seni budaya, tempat pertunjukan serta berbagai layanan tata boga. Sebagaimana istana-istana Bali pada jaman dahulu, pengunjung GWK akan menyaksikan kemegahan monumental dan kekhusukan spiritual yang mana kesemuanya disempurnakan dengan sentuhan modern dengan fasilitas dan pelayanan yang tepat guna.
Patung buatan seorang lulusan ITB bernama I Nyoman Nuarta ini direncanakan akan mencapai tinggi 145 meter, mengalahkan tinggi patung liberty, New York dan rencananya akan menjadi monumen tertinggi di dunia. GWK sebenarnya adalah proyek ambisius mantan presiden Soeharto yg ingin membuat patung terbesar di dunia, yaitu Dewa Wisnu mengendarai burung Garuda (lambang Amerta, kebaikan yg abadi). Sayang, sebelum proyek ini jadi Indonesia kena krisis, dan proyek pun dihentikan. Yang tertinggal adalah dua patung raksasa Wisnu dan Garuda yg kini menjadi daya tarik utama GWK.
Patung GWK rencananya adalah sebagai “penyambut” para wisatawan yang datang ke Bali melalui udara. Dengan ketinggiannya yang melebihi patung Liberty di Amerika, patung ini akan mampu menarik perhatian setiap wisatawan yang datang ke Bali melalui udara dan mendarat di Ngurah Rai airport. Patung GWK diharapkan mampu menjadi ikonnya Bali di dunia dan terutama meningkatkan kunjungan wisatawan yang datang ke Indonesia.
Patung GWK dibuat oleh seniman asli Bali yakni I Nyoman Nuarta, seorang pematung terkenal yang juga adalah dosen di ITB Bandung. I Nyoman Nuarta merupakan maestro pematung raksasa dimana ia juga sudah membuat patung “Jalesveva Jaya Mahe” yang berada di Ujung – Surabaya. Pematung ini menggarap pengerjaan GWK di Bandung dengan bahan dari perunggu. Pengerjaannya adalah dengan memotong bagian – bagian patung ini dalam bentuk lempengan, dan kemudian merakitnya kembali jika sudah sampai di Bali.
Karena beberapa kendala pembangunan patung tersebut sedikit tersendat. Sejak di bangun pada tahun 1997, sampai dengan saat ini kondisi patung baru selesai 15 persen yang terdiri dari patung Dewa Wisnu dan Kepala Garuda. Di areal Kompleks, sudah terdapat exhibition center, restoran, kolam bunga teratai, diorama, Giri Kencana Villa, amphiteater, dan trade and promotion center. Sebuah arena konser di bangun di tengah tebing – tebing kapur yang menjulang. Tebing – tebing tersebut adalah tebing buatan dari sebuah bukit yang di papras.
Pembangunan GWK menelan biaya yang sangat besar, sehingga sampai sekarang pengerjaannya masih tersendat – sendat dan masih terbentuk kira – kira 10% saja yang sudah jadi. Bangunan patung ini menggunakan daerah perbukitan yang berbatu kapur , sehingga bukit tersebut dipotong – potong dan diberikan petak – petak, yang nantinya akan dipakai sebagai bangunan. Bukit yang sudah terpetak – petak itu akan dibuat sebagai bangunan, seperti restaurant, hotel, ruang pertemuan. Sungguh untuk membuat patung GWK dibutuhkan bukan hanya dana yang besar, namun juga ketrampilan dan seni bermutu tinggi. Patung GWK juga memiliki tambahan nama yaitu “Cultural Park” yang maksudnya pendiriannya tidak hanya dimaksudkan untuk sebagai monumen saja , namun sebagai tempat penyajian dan pengembangan budaya Bali pada khususnya. Maka disetiap malam, para pangunjung yang datang ke sini akan diberikan pertunjukan tari – tarian khas Bali seperti tari Barong, tari Kecak dan lain – lain untuk menambahkan kesan budaya yang erat dengan pariwisata.
Meski pembangunanya belum sempurna, patung GWK sudah mampu menarik pengunjung baik lokal maupun turis asing. Beberapa kali acara televisi dan konser juga menggunakan kawasan ini sebagai lokasi syuting dan melaksanakan acaranya, biasanya konsernya diadakan didepan patung Garuda, yang memang memiliki luas lahan yang cukup untuk acara – acara besar.
• PERWUJUDAN MODERN SEBUAH TRADISI KUNO
Wisnu – Simbol Hindu yang melambangkan kekuatan utama pemelihara alam semesta yang mendominasi kawasan ini. Diwujudkan sebagai patung berukuran raksasa terbuat dari kuningan dan tembaga dengan ketinggian mencapai 22 meter, menjadikan figur ini sebagai perwujudan modern sebuah kebudayaan dan tradisi kuno. Wujud yang menyertainya adalah Garuda – seekor burung besar yang menjadi kendaraan Dewa Wisnu sebagai perlambang kebebasan sekaligus pengabdian tanpa pamrih.
Gapura Batu – beberapa buah pilar batu cadas alami setinggi 25 meter yang berdiri kokoh yang akan ditatah dengan berbagai ornamen yang diambil dari kisah dramatis Ramayana yang menjadi sumber inspirasi seni pertunjukan Bali. Pahatan ukiran latar belakang relief bercorak seni pahat pewayangan (Kayon atau Gunungan) yang sangat khas Bali dan Jawa.
GWK di harapkan untuk jadi simbol untuk kebudayaan yang berbasis keseimbangan alam. Dalam konsep Tri Murthi di mana Dewa Wisnu, bertugas untuk memelihara alam semesta dan Garuda sebagai kendaraan Dewa Wisnu merupakan simbol dari pengabdian yang tanpa pamrih. jadi diharapkan GWK merupakan simbol dari penyelamatan lingkungan. GWK dibangun pada tahun 1997. Proyek ini sempat stop karena banyak masalah diantaranya pendanaan. dimana masih kurang sekitar 600 miliar untuk menyelesaikan GWK ini, yang baru selesai adalah Setengah badan Dewa Wisnu, burung Garuda, dan tangan Dewa Wisnu. Pengunjung GWK akan menyaksikan kemegahan monumental dan kekhusukan spiritual yang mana kesemuanya disempurnakan dengan sentuhan modern dengan fasilitas dan pelayanan yang tepat guna. Amphitheatre dengan kapasitas 800 tempat duduk dan tatanan acoustic kelas satu, merupakan tempat yang tak tertandingi untuk pagelaran seni budaya.
• SEBUAH LOKASI KUNJUNGAN SPIRITUAL
Berdekatan dengan patung Dewa Wisnu terdapat Parahyangan Somaka Giri, sebuah mata air keramat darimana mengalir air yang dengan kandungan mineral-mineral utama. Keberadaan air di puncak bukit kapur padas ini memang merupakan sebuah keajaiban dan belum dapat dijelaskan dengan ilmiah, sehingga menjadikannya tempat kunjungan spiritual dan meditasi.
Air tersebut dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit dan telah dipergunakan luas dikalangan penduduk setempat dalam upacara memohon hujan guna mendapatkan panen yang baik. Keberadaan Parahyangan Somaka Giri sangat menggugah naluri seseorang dalam mencari pencerahan pikiran, lahir dan batin
• TEMPAT UNTUK BERBAGAI KESEMPATAN
Dengan curah hujan yang relatif rendah namun terbuka untuk dapat menikmati hembusan angin tropis, Fasilitas yang dimiliki GWK menjadi sangat ideal. Amphitheatre dengan kapasitas 800 tempat duduk dan tatanan acoustic kelas satu, merupakan tempat yang tak tertandingi untuk pagelaran seni budaya. Lotus Pond yang dikelilingi pilar-pilar batu cadas serta latar belakang patung kepala Burung Garuda menjadikan areal berkapasitas 7500 orang ini sangat dramatis untuk berbagai perhelatan akbar. Sebagaimana arena upacara desa-desa di Bali, Street Theatre merupakan tempat yang sangat tepat untuk berbagai prosesi, fashion show dan berbagai pertunjukan bergerak. Tempat untuk beramah-tamah yang ideal adalah Plaza Kura-kura, yang memiliki kapasitas sampai 200 orang. Sebagai tambahan, yang terbuka untuk umum, Exhibition Gallery yang memiliki luas 200m2 terdapat 10m2 halaman terbuka di dalamnya.
(Brigita Lahutung, 07301541, Manajemen Keuangan)

Bab III. PENUTUP

KESIMPULAN
Melalui pengembangan usaha jasa melalui wisata budaya ini diharapkan dapat membantu pelestarian budaya tradisional Indonesia. Budaya merupakan warisan nenek moyang bangsa Indonesia yang harus dijaga agar tidak punah. Peran masyarakat serta pemerintah juga tetap sangat dibutuhkan dalam usaha pelestarian ini.
Dengan manajemen bisnis jasa yang terencana serta terorganisir dengan baik dalam suatu usaha maka akan berdampak besar bagi kelanjutan perusahaan itu sendiri. Manajemen yang baik pada usaha jasa yang menghadirkan wisata budaya pada usahanya turut berperan besar dalam pelestarian budaya Indonesi
(Brigita Lahutung, 07301541, Manajemen Keuangan)

SUMBER
http://www.balitoursclub.com/berita_56_GWK_-_Garuda_Wisnu_Kencana.htm
http://artikeltopikconanda.wordpress.com/2010/04/10/garuda-wisnu-kencana-calon-patung-tertinggi-di-dunia/
http://balirc.com/objek-wisata/garuda-wisnu-kencana.php
http://www.navigasi.net/goart.php?a=lagwknca

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s