Laporan Studi Lapangan

LAporan Survey Perilaku Organisasi dan Manajemen Resiko

Laporan Survey di Bank Mega, Dinas Pendapatan, dan PT. Leighton Contractor
Brigita Lahutung

PENDAHULUAN

Dalam rangka memenuhi Tugas Akhir Semester untuk Mata Kuliah Manajemen Resiko dan Perilaku Organisasi maka kami ditugaskan untuk melakukan survey langsung di perusahaan, lembaga pemerintah dan lembaga perbankan yang ada di Sulawesi Utara.
Kelompok di tugaskan untuk melakukan survey mengenai perilaku organisasi di tempat-tempat tersebut serta apa resiko-resiko yang kemungkinan muncul serta bagaimana mereka mengatasinya.
Kegiatan survey berlangsung selama 2 hari berturut-turut, dimulai dari tanggal 22-23 Juni 2011 dengan lokasi survey di sekitar wilayah Tomohon, Manado dan Minahasa Utara.Kelompok kami terdiri dari 6 (enam) orang, dengan anggota-anggota:
1. Brigita Lahutung
2. Neisya Mailoor
3. Apriliany Ngaliman
4. Veronica Saburu
5. Richard Laluan
6. Defi Sandag
Kami telah mensurvey 1 lembaga perbankan, 1 perusahaan, dan 2 lembaga pemerintahan yang tersebar di daerah-daerah tersebut.
Dalam bab Pembahasan, kami menyajikan laporan dari hasil survey yang telah kami lakukan, kiranya dapat berguna.

PEMBAHASAN

LAPORAN SURVEY DI PERUSAHAAN, LEMBAGA PEMERINTAHAN dan LEMBAGA PERBANKAN

Kelompok telah melakukan survey di beberapa tempat yaitu di Bank Mega, Dinas Pendapatan Provinsi Sulawesi Utara, Kantor Camat Tomohon Timur dan PT. Leighton Contractors Indonesia.
Berikut adalah hasil dari survey melalui wawancara singkat yang telah kami lakukan:
PT. Bank Mega Tbk
Alamat: Jl. Sam Ratulangi, Wanea, Manado.

PT. Bank Mega sendiri berawal dari sebuah usaha milik keluarga bernama PT. Bank Karman yang didirikan pada tahun 1969 dan berkedudukan di Surabaya, selanjutnya pada tahun 1992 berubah nama menjadi PT. Mega Bank dan melakukan relokasi Kantor Pusat ke Jakarta.
Seiring dengan perkembangannya PT. Mega Bank pada tahun 1996 diambil alih oleh PARA GROUP (PT. Para Global Investindo dan PT. Para Rekan Investama). Untuk lebih meningkatkan citra PT. Mega Bank, pada bulan Juni 1997 melakukan perubahan logo dengan tujuan bahwa sebagai lembaga keuangan kepercayaan masyarakat, akan lebih mudah dikenal melalui logo perusahaan yang baru tersebut. Dan pada tahun 2000 dilakukan perubahan nama dari PT. Mega Bank menjadi PT. Bank Mega.
Dalam rangka memperkuat struktur permodalan maka pada tahun yang sama PT. Bank Mega melaksanakan Initial Public Offering dan listed di BEJ maupun BES. Dengan demikian sebagian saham PT. Bank Mega dimiliki oleh publik dan berubah namanya menjadi PT. Bank Mega Tbk.
PT. Bank Mega Tbk. dengan semboyan “Mega Tujuan Anda” tumbuh dengan pesat dan terkendali serta menjadi lembaga keuangan ternama yang mampu disejajarkan dengan bank-bank terkemuka di Asia Pasifik dan telah mendapatkan berbagai penghargaan dan prestasi baik di tingkat nasional, regional maupun internasional. Dalam upaya mewujudkan kinerja sesuai dengan nama yang disandangnya, PT. Bank Mega Tbk. berpegang pada azas profesionalisme, keterbukaan dan kehati-hatian dengan struktur permodalan yang kuat serta produk dan fasilitas perbankan terkini.
Sebagai bentuk partisipasi untuk masyarakat, secara rutin Bank Mega melakukan kegiatan social melalui program-program berikut:
Mega Berbagi
Salah satu bentuk perwujudan dari program ini adalah bantuan pembangunan sarana pendidikan yang rusak akibat korban gempa bumi berkekuatan 7,3 skala richter di Jawa Barat yang terjadi pada tanggal 2 September 2009 dan merusak bangunan – bangunan serta infrastruktur di Tasikmalaya dan Pangalengan. Sebagai bentuk partisipasi dalam menolong korban dan memperbaiki sarana pendidikan, seperti gedung 1 sekolah, Bank Mega melalui Mega Berbagi menyumbangkan dana untuk membangun kembali 3 sekolah yang rusak akibat gempa bumi di Tasikmalaya dan Pengalengan.
Partisipasi Dalam Program Edukasi Perbankan
Program Ayo ke bank sebagai manifestasi dari pilar ke-enam arsitektur Perbankan indonesia oleh Bank indonesia, yang menetapkan bahwa bank-bank bertanggungjawab untuk mendidik masyarakat dasar-dasar perbankan, Bank Mega mengundang murid-murid dan menerima permohonan dari beberapa sekolah untuk mengunjungi kantor Bank untuk melihat dan mempelajari kegiatan operasional suatu bank. topik yang dibahas adalah AYO ke Bank suatu kampanye nasional yang bertujuan untuk:
1. Membangun masyarakat yang bank minded.
2. Mengubah sikap masyarakat dan pemahaman atas produk dan layanan perbankan.
3. Meningkatkan kehati-hatian dalam bertransaksi.
Bank Mega mendapat tanggapan yang positif terhadap program tersebut dari para siswa. Kedepannya, Bank Mega berencana untuk menuangkan upaya lebih terhadap pendidikan, sesuai dengan misinya dan membantu mengembangkan masyarakat.
Mega Peduli
Program tahunan yang memberikan santunan kepada kaum dhuafa. Melalui kegiatan Mega Peduli, bank Mega berbagi kebahagiaan kepada kaum dhuafa dan masyarakat kurang mampu di sekitar kantor, dengan membagikan paket sembako. Kegiatan ini dilakukan setiap tahunnya dalam rangka menyambut hari raya idul fitri, dan kegiatan ini dilakukan, mulai Kantor Pusat hingga Kantor Cabang yang tersebar di seluruh nusantara. Kegiatan ini bertujuan meringankan beban saudara-saudara kita yang kurang beruntung serta sebagai bentuk kesadaran diri akan pentingnya untuk berbagi kebahagiaan terutama di saat-saat tertentu seperti perayaan keagamaan.
Melalui santunan tersebut, diharapkan pula dapat menumbuhkan rasa kepedulian sosial di antara para karyawan terutama terhadap orang-orang yang kekurangan seperti kaum jompo, yatim piatu, tuna wisma, orang cacat, dan lain sebagainya. Kegiatan ini merupakan program rutin yang diselenggarakan setiap tahun dan mendapat apresiasi yang sangat luar biasa dari masyarakat.

Bank Mega cabang Wanea sendiri berdiri pada tanggal 20 Juli 2006. Bank Mega ini merupakan pindahan dari Bank Mega cabang UNSRAT Manado. Jumlah karyawan sekitar 22 karyawan.
Mengenai perilaku organisasi di cabang ini, kelompok memperoleh informasi dari custome service Bank Mega yang berpengalaman. Setiap harinya sebelum bertugas para karyawan melakukan briefing terlebih dahulu dengan pimpinan untuk mendapatkan pengarahan mengenai bagaimana system kerja yang harus dilakukan. Mulai dari cara melayani customer, cara berpakaian karyawan, hingga tata etika karyawan saat bekerja. Pada setiap akhir jam kerja, diadakan briefing kembali untuk mengevaluasi hasil kerja para karyawan selama bekerja dihari tersebut.
Karyawan diarahkan untuk berlaku jujur karena bekerja sebagai karyawan bank selalu menghadapi banyak godaan karena kesehariannya selalu berhubungan dengan uang-uang dalam jumlah besar. Apabila karyawan melakukan kesalahan sekecil apapun pasti akan dikenai sanksi, bahkan bisa dikeluarkan. Tiap bulannya dibeikan reward kepada karyawan teladan. Hal ini diharapkan dapat memotivai karyawan untuk meningkatkan kinerjanya.
Pada saat krisis ekonomi, Bank Mega mencuat sebagai salah satu bank yang tidak terpengaruh oleh krisis dan tumbuh terus tanpa bantuan pemerintah bersama-sama dengan Citibank, Deutche Bank dan HSBC. Hal ini membuktikan bawa Bank Mega dapat menanggulangi setiap resiko yang muncul akibat krisis global.
(Brigita Lahutung, 07301541, Manajemen Keuangan)

Dinas Pendapatan Daerah Sulawesi Utara
Alamat: Jl. 17 Agustus No.67, Manado

Visi:
‘Terwujudnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai sumber utama Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)’
Misi:
Bidang Pendapatan Daerah: ‘ Mengembangkan kebijakan pendapatan daerah yang dapat diterima masyarakat, partisipatif, bertanggung jawab dan berkelanjutan ‘
Bidang Pelayanan Publik: ‘ Mewujudkan pelayanan public yang prima, terpercaya, transparan dan akuntabel ‘
Bidang Kelembagaan: ‘ Mewujudkan sumber daya manusia aparatur yang potensial, integritas tinggi dan professional serta membangun system kelembagaan yang berbasis kompetensi ‘
Dinas Pendapatan daerah Provinsi Sulawesi Utara memiliki tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan dbidang pendapatan daerah. Sedangkan fungsi DIPENDA SULUT yaitu:
 Perumusan kebijakan teknis di bidang pendapatan daerah
 Perencanaan rumusan kebijakan teknis di bidang pendapatan daerah
 Penatausahaan yang meliputi segala usaha dan kegiatan dibidang tatalaksana dan hubungan masyarakat, hokum dan perundang-undangan, kepegawaian, keuangan dan tata usaha umum
 Pengawasan yang meliputi segala usaha dan kegiatan untuk melaksanakan pengamanan teknis sesuai yang ditetapkan

Susunan Organisasi
Struktur organisasi Dinas Pendapatan SULUT dititikberatkan pada kegiatan teknis operasional yang dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD). Susunan organisasi Dinas Pendapatan Daerah Propinsi Sulawesi Utara disusun berdasarkan fungsinya karena kegiatan pada kantor pusat dititikberatkan pada penyusunan kebijakan bidang Pendapatan Daerah, yaitu:
1. Kepala Dinas
2. Sekretaris
3. Bidang Pajak
4. Bidang Retribusi
5. Bidang Pengawasan dan Pembinaan
6. Bidang Penelitian dan Pengembangan Pendapatan Daerah
7. Unit Pelaksana Teknis Dinas
8. Kelompok Jabatan Fungsional
Struktur organisasi pada UPTD disusn berdasarkan proses dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja kegiatan operasional dan pelayanan kepada masyarakat, yaitu:
1. Kepala UPTD
2. Kepala Sub Bagian Tata Usaha
3. Kepala Seksi Pajak dan Retribusi dan PLL
4. Kepala Seksi Penetapan dan Penerimaan PKB/BBN-KB
Data Kepegawaian
Jumlah pegawai DIPENDA SULUT berjumlah 218 orang, yang tersebar di Kantor Pusat dan di beberapa UPTD sebagai berikut:
• Kantor Pusat: 72 Pegawai
• UPTD Manado: 43 Pegawai
• UPTD Tondano: 17 Pegawai
• UPTD Bitung: 14 Pegawai
• UPTD Tahuna: 13 Pegawai
• UPTD Kotamobagu: 23 Pegawai
• UPTD Airmadidi: 13 Pegawai
• UPTD Tomohon: 12 Pegawai
• UPTD Amurang: 11 Pegawai
Program-Program:
a. Program peningkatan sdm aparatur
b. Program perencanaan peningkatan pendapatan daerah dan lain-lain pendapatan yang sah
c. Program peningkatan pelayanan public
d. Program in house/ on job training
e. Program peningkatan kinerja pelayanan
f. Program sosialisasi system dan prosedur pemungutan pendapatan daerah
g. Program pembangunan prasarana
h. Program pembangunan sarana
i. Program pengembangan pusat pengelolaan data
j. Program analisis dan evaluasi kinerja
k. Program kerjasama pengembangan pendapatan daerah
l. Program pengembangan system administrasi manunggal di bawah satu atap (samsat)
m. Program pengembangan jaringan komunikasi data
Kelompok berhasil mewawancarai Bpk. Ferry Nender, SE selaku Kepala Sub Bagian Umum dan Hubungan Masyarakat Dinas Pendapatan Sulawesi Utara mengenai Perilaku Organisasi, dalam hal ini perilaku pimpinan dan pegawai di DIPENDA SULUT dan resiko yang dihadapi dalam lembaga tersebut.
Tanya (T): Apakah Kantor Pusat DIPENDA SULUT memiliki peraturan khusus untuk pimpinan dan pegawai yang terdaftar:
Jawab (J): Tidak ada peraturan khusus dari kami untuk mengatur perilaku pegawai, namun secara umum peraturan mengenai tata kerja, peraturan pembinaan pegawai diatur dalam Peraturan Daerah Propinsi Sulawesi Utara No.62 tahun 2008
T: Apakah ada sanksi khusus bagi para pegawai yang terlambat atau yang melanggar ketentuan lainnya?
J : Tentu saja. Tetap ada penjatuhan sanksi disiplin bagi mereka.
T: Apakah keterlambatan juga berpengaruh pada gaji yang diterima?
J: Tiap bulannya para pegawai mendapat tunjangan kinerja. Tunjangan ini diberikan berdasarkan penilaian terhadap kinerja pegawai tiap harinya, pegawai yang kinerjanya tidak memuaskan maka begitu juga tunjangan yang diterimanya.
T: Bagaimana dengan pegawai yang rajin, apakah ada penghargaan tersendiri?
J: Bila ada punishment, tentu saja ada reward. Pegawai teladan dan yang berprestasi akan diberikan reward pada saat ulang tahun Propinsi Sulawesi Utara tanggal 23 September.
T: Apakah ada prosedur khusus untuk pemberian reward?
J: Pegawai akan dinilai dan dievaluasi sesuai dengan kinerjanya, pegawai yang terpilih akan diutus ke tingkat nasional. Kegiatan ini rutin dilakukan tiap tahunnya.
(Brigita Lahutung, 07301541, Manajemen Keuangan)


PT. Leighton Contractor Indonesia

Perusahaan ini berkantor pusat di Talavera Office Park lantai 19, Jl. T.B. Simatupang Kav. 22-26 Cilandak Barat, Jakarta. Namun kelompok mensurvey lokasi proyek yang sedang dijalankan perusahaan ini di Likupang, Minahasa Utara untuk pembangunan Tambang Toka Tindung.
Prosedur Kerja
Untuk penerimaan karyawan baru di perusahaan adalah berdasarkan kebutuhan perusahaan. Untuk dapat diterima menjadi karyawan, seseorang haru memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan perusahaan. Perusahaan berhak memilih karyawan, menempatkan dan memutasikan karyawan dari proyek/lokasi yang satu ke lokasi lainnya. Terdapat 2 jenis karyawan, karywan tetap dan karyawan tidak tetap.
Waktu kerja normal dai perusahaan adalah 40 jam per minggu, apabila lebih maka waktu kerja tersebut akan dihitung sebagai lembur. Penetapan upah pada prinsipnya berdasarkan bobot tanggung jawab suatu jabatandan tidak akan lebih rendah dari upah minium yang ditetapkan pemerintah. Karyawan tentu saja akan mendpatkan tunjangan-tunjangan. Tunjangan hari raya keagamaan akan menjadi hak jika sebagai karyawan dalam 30 hari sebelum tanggal hari raya yang ditetapkan.
Perusahaan tetap memperhatikan hak karyawan untuk istirahat. Hak istirahat karyawan ditentukan untuk masing-masing proyek atau lokasi sesuai dengan perjanjian kerja masing-masinh dengan memenuhi peraturan yang berlaku. Pada hari-hari libur resmi/ hari raya yang ditetapkan oleh pemerintah, karyawan dibebaskan untuk bekerja dengan mendapatkan upah penuh. Hak hari istirahat karyawan adalah berdasarkan rasio kehadiran kerja. Ijin cuti mendadak diijinkan karyawan dalam kondisi sakit dan mendesak. Karyawan diijinkan untuk mengambil cuti untuk ibadah keagamaan dengan hak upah tetap dibayar setelah 1 tahun kerja.
Untuk kedisiplinan karyawan, perusahaan membagi pelanggaran menjadi pelanggaran ringan, pelanggaran sedang dan pelanggaran berat. Ada beberapa tindakan disiplin yang dikenakan, baik berupa surat peringatan lisan, surat peringtan tertulis, skorsing, denda, transfer, penurunan jabatan hingga pemutusan hubungan kerja. Tindakan disiplin terhadap pelanggaran dimaksudkan untuk memperbaiki sikap dan tingkah laku karyawan. Tindakan disiplin yang dijatuhkan akan didasarkan pada:
 Jenis pelanggaran
 Frekuensi/seringnya pelanggaran
 Beratnya pelanggaran
 Unsure kesengajaan
 Hokum dan peraturan yang berlaku

Penanganan Resiko
Untuk menangani resiko kecelakaan kerja, resiko kematian dan jaminan hari tua, perusahaan mengikutkan karyawan dalam program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK).
Dengan mempetimbangkan kondisi lapangan proyek, perusahaan dapat menyediakan balai pengobatan di proyek dengan dokter untuk perawatan medis karyawan. Apabila situasi dan kondisi tempat bertugas tidak perlu disediakan balai pengobatan maka karyawan dapat menggunakan balai pengobatan setempat atau jasa dokter umum bila tingkat penyakitnya mengharuskan demikian.
Perusahaan juga memberikan sumbangan kelahiran kepada karyawan yang berhak yang melahirkan. Apabila karyawan sakit yang dapat dibuktikan dengan surat keterangan dokter, maka upahnya akan tetap dibayar.
Untuk resiko kematian, apabila karyawan meninggal dunia, maka perusahaan akan memberikan santunan kepada ahli warisnya.
Setiap karyawan wajib menjaga keselamatan dirinya dan karyawan lainnya. Setiap karyawan wajib memakai alat-alat keselamatan kerja yang disediakan perusahaan serta mengikuti ketentuan-ketentuan mengenai keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang berlaku. Perusahaan menyediakan peralatan kerja, termasuk peralatan kerja bagi karyawan pada saat bertugas.
(Brigita Lahutung, 07301541, Manajemen Keuangan)

Kantor Kecamatan Tomohon Timur
Alamat: Jl. Kalooran Lingk. IV, Kel. Paslaten 1, Tomohon Timur, Tomohon.

Kepala Kecamatan: Theodorus J. P. Paat,SIP
Sekretaris Kecamatan: Sigie Pungus, SH
Berikut merupakan data statistic secara umum dari Kecamatan Tomohon Timur:
No Kelurahan Laki-laki Perempuan Lingkungan
1 Paslaten I 1505 1745 7
2 Paslaten II 2044 1470 12
3 Rurukan 877 824 7
4 Rurukan I 559 593 6
5 Kumel 580 555 7

Tomohon Timur juga telah menyusun program pemerintahan untuk menunjang kinerjanya, berikut data program dari Kecamatan ini:
MATRIKS PROGRAM/KEGIATAN KERJA
No. Program / Kegiatan Rincian Kegiatan Jadwal Kegiatan Realisasi
1. Peningkatan Pelayanan Pemerintahan 1.1.Melaksanakan pendataan penduduk April-Oktober 100 %
1.2.Melaksanakan Pembinaan Perangkat Setiap Bulan 100 %
1.3.Melaksanakan Penertiban Penduduk Pendatang.
1.4.Melaksanakan Penagihan Pajak Bumi dan Bangunan
1.5.Melaksanakan Pelacakan,Penegasan dan Penetapan Batas Wilayah antar:
– Kelurahan
– Kecamatan
1.6.Memfasilitasi serah terima jabatan Lurah
1.7.Mengolah Laporan Bulanan Setiap 3 Bulan

April-Agustus

Januari-April
Mei-Desember

September

Setiap Bulan 90 %

100 %
90 %
90 %

100 %

100 %
Dalam organisasinya sendiri, Pemerintah Kecamatan Tomohon Timur menghadapi beberapa masalah, berikut tabel yang menjelaskan permasalahan dan langkah pencegahan dan penanganannya:
SEKSI PEMERINTAHAN
KECAMATAN TOMOHON TIMUR
NO PERMASALAHAN URAIAN TINDAK LANJUT
1.
 PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) • Kurangnya sosialisasi pemerintah terhadap masyarakat untuk membayar pajak pada waktunya.
• Aparat pemerintah yang ada di Kelurahan rata-rata belum PNS.
• Kurangnya dana untuk penagihan. o Pemerintah memberi fasilitas berupa kendaraan dan biaya operasional.
2.  Pembangunan • Belum meratanya jalan yang ada di Kelurahan.
• Penataan administrasi di kantor-kantor Kelurahan belum mengikuti standar nasional.
• Pembinaan administrasi belum memadai karena tidak mempunyai fasilitas.
• Kurangnya koordinasi instansi terkait dalam pembangunan.
• Masih kurangnya PNS yang ada di Kelurahan. o Meningkatkan koordinasi dengan instasi sektor Kecamatan harus lebih terpadu.
o Pemerintah menempatkan PNS di seluruh seksi yang ada di Kelurahan.
3.  Data Agregat Kependudukan • Lambatnya pemasukan data dari Kelurahan menghambat pembuatan monografi di Kecamatan.
• Pengurusan Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk tidak dilengkapi dengan bukti pembayaran pajak. o Pemerintah menyiapkan papan data kependudukan yang dibutuhkan.
o Pemerintah harus proaktif untuk sosialisasi kependudukan.

4.  Pembuatan surat-surat berharga (Akte Tanah, HO, dan surat izin lainnya). • Kurangnya tenaga ahli dalam bidang pembuatan surat-surat tersebut. o Menempatkan SDM sesuai dengan keahlian masing-masing.
Dalam menjalankan kegiatan setiap harinya, Pemerintah Tomohon Timur menghadapi berbagai resiko, mulai dari resiko tentang perilaku karyawan maupun resiko pekerjaan. Dalam menanggulangi kesemuanya itu, pimpinan selalu berkoordinasi dengan para pegawai. Keputusan yang diambil merupakan hasil dari musyawarah dan kesepakatan bersama. Setiap pegawai telah diikutsertakan dalam berbagai program asuransi untuk mengantisipasi resiko lainnya, ini merupakan kebijakan dari pemerintah pusat.
(Brigita Lahutung, 07301541, Manajemen Keuangan)

Penutup

Kesimpulan
Berdasarkan hasil survey yan g telah kami lakukan melalui wawancara dai berbagai narasumber, dapat disimpulkan bahwa masing-masing memiliki ketentuan-ketentuan teendiri dalam mengelola perilaku organisasi yang terbentuk di dalamnya. Begitu juga dengan penanganan resiko, ada beberapa perbedaan mendasar dalam menjamin setiap resiko yang kemungkinan besar muncul. Tip-tiap lembaga memiliki cirri khas dan prosedur tersendiri untuk meraih keunggulan kompetitif.
Demikian laporan dari hasil survey yang telah kami lakukan, kiranya bermanfaat bagi para pembaca. Sekian dan Terima Kasih.
(Brigita Lahutung, 07301541, Manajemen Keuangan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s