Manajemen Operasional

Penentuan Lokasi Usaha

Cara Menentukan Lokasi Usaha
oleh: Brigita Lahutung

Berbagai macam faktor berkontribusi terhadap keberhasilan atau kegagalan sebuah usaha . Salah satu yang utama ialah lokasi. Pemilihan lokasi yang tepat merupakan sebuah tugas yang harus diselesaikan bahkan jauh-jauh hari sebelum usaha dijalankan. Apapun usaha yang Anda jalankan, sebuah lokasi yang tepat diharapkan dapat memberikan sebuah daya dorong terhadap pertumbuhan usaha secara nyata. Sering ditemui adanya usaha yang kurang berkembang karena terkendala faktor lokasi. Lokasi yang mereka pilih tidak strategis dan kurang menguntungkan dalam sudut pandang bisnis.
Untuk menghindari kekecewaan di kemudian hari karena salah memilih lokasi usaha, tidak ada salahnya Anda simak langkah-langkah berikut ini yang disarikan dari pendapat Karen E. Spaeder dalam artikelnya β€œHow to Find the Best Location”:

Periksa Demografi Anda
Pelajari dengan seksama demografi penduduk di wilayah yang Anda ingin bidik. Jika Anda ingin mendirikan sebuah usaha restoran misalnya, adakan penelitian mengenai tipe gaya hidup, selera, usia, tingkat pendapatan, rumah tangga, dan sebagainya. Anda juga dapat mengadakan observasi terhadap para pesaing yang sudah lebih dulu mendirikan usaha di wilayah tertentu. Jika suatu jenis usaha kurang bisa bertahan dan meraup untung di suatu wilayah, biasanya usaha lain yang sejenis juga mengalami hal yang sama.
Sebuah lokasi yang kurang tepat akan membuat Anda harus berjuang ekstra keras agar orang dapat mengenal dan tertarik dengan usaha yang Anda kembangkan. Meskipun tempat tersebut sesuai dengan tema usaha Anda, atau memiliki harga sewa atau jual yang baik namun jika memberikan Anda beban lebih dalam usaha publikasi, mengapa harus bertahan?
Ketahui juga jenis pemukiman apakah yang berada dekat atau mengelilingi tempat usaha Anda, apakah itu sebuah kompleks rumah sakit, pabrik, perkantoran, kampus, sekolah, dan sebagainya.

Dekati Pesaing Anda
Mungkin langkah ini terdengar agak sulit dilakukan. Bagaimana bisa kita menjalankan usaha dengan para pesaing di sekitar tempat usaha kita? Berpikirlah lebih terbuka karena cara ini justru akan memberikan keuntungan lainnya yang tidak terduga, yaitu memanfaatkan hasil dari usaha marketing para pesaing yang menjalankan usaha di sekitar Anda. Dengan mendekatkan lokasi usaha ke tempat usaha pesaing, Anda dapat memangkas biaya-biaya publikasi dan periklanan yang diperlukan untuk menarik orang menuju ke tempat Anda karena pesaing Anda sudah melakukannya. Jadi Anda justru harus berterimakasih pada pesaing yang telah memperkenalkan usaha Anda meski secara tidak mereka sadari.
Mendekati pesaing juga sebuah cara untuk bisa tetap maju karena usaha Anda ditantang secara langsung oleh pesaing. Dengan begini, Anda akan lebih terdorong untuk bekeja keras dalam memberikan yang lebih baik bagi konsumen karena merasa terpacu oleh persaingan yang ketat dengan para pesaing di dekat Anda. Ini akan menciptakan iklim persaingan bisnis yang positif.
Tentu saja Anda tidak bisa sepenuhnya bersandar terhadap pesaing, terutama dalam hal marketing dan evaluasi tentang properti tertentu karena bisa saja apa yang sesuai dan cocok bagi pesaing, justru bisa mematikan usaha Anda. Anda juga harus melakukannya sendiri.

Bantuan Profesional: Perlukah?
Ada kalanya untuk mendapatkan sebuah lokasi yang strategis kita harus berjuang melalui negosiasi dan perundingan yang begitu alot , panjang, dan melelahkan secara emosional. Jika Anda bukan jenis orang yang suka bernegosiasi atau tidak memiliki banyak waktu untuk melakukannya, sewalah seorang pengacara/ lawyer untuk menjadi juru negosiasi bagi Anda sehingga Anda bisa mendapatkan harga sewa/ beli yang serendah mungkin.
Juga perlu diketahui bagaimana Anda merancang usaha Anda sebagaimana tertuang dalam business plan/ rencana usaha Anda. Sering jenis lokasi bertalian erat dengan sebuah rencana usaha yang telah ditulis sebelumnya. Ketahui juga tujuan-tujuan strategis Anda yang esensial.

Tanyakan Pertanyaan yang Penting
Sejumlah pertanyaan harus ditanyakan jika Anda benar-benar ingin memastikan bahwa sebuah lokasi memang tepat bagi usaha Anda atau tidak:
1. Apakah lokasi tersebut terletak di sebuah daerah yang ditujukan untuk jenis usaha Anda?
2. Apakah lokasi itu cukup memadai untuk usaha Anda (tidak terlalu kecil juga tidak terlalu besar)?
3. Apakah lokasi itu memenuhi syarat tata letak Anda?
4. Apakah bangunannya perlu perbaikan?
5. Apakah pencahayaan, sistem sirkulasi udara dan pendingin udara yang ada sudah memenuhi kebutuhan Anda atau haruskah Anda melakukan penyesuaian?
6. Apakah persyaratan dan ketentuan yang diajukan wajar?
7. Apakah lokasinya mudah diakses dari tempat tinggal Anda?
8. Apakah Anda bisa menemukan sejumlah karyawan berkualitas di daerah itu?
9. Apakah orang yang menjadi sasaran usaha Anda tinggal di sekitar lokasi itu?
10. Apakah daerah perdagangan itu sangat tergantung kepada usaha yang bersifat musiman?
11. Jika Anda memilih sebuah lokasi yang relatif jauh dari basis pelanggan, akankah Anda mampu mendanai biaya iklan yang lebih tinggi?
12. Apakah lokasi itu sesuai dengan pencitraan usaha yang Anda ingin capai?
13. Apakah lokasi itu berada di lingkungan yang aman dengan tingkat kejahatan yang rendah?
14. Apakah pencahayaan dari luar ke dalam area cukup untuk menarik orang yang berkunjung di malam hari dan membuat mereka merasa aman dan nyaman?
15. Apakah usaha-usaha yang berdiri di dekat lokasi itu mungkin menarik pelanggan yang juga akan melindungi usaha Anda?
16. Apakah ada pesaing yang memiliki usaha yang dekat dengan lokasi itu? Jika ada, dapatkah Anda bersaing dengan mereka tanpa mengalami kekalahan dalam bersaing?
17. Apakah lokasi itu dapat diakses dengan mudah oleh para pembeli?
18. Adakah area parkirnya?
19. Apakah lokasi itu dilewati rute angkutan umum?
20. Bisakah para pemasok memasuki daerah itu untuk mengirim persediaan dengan mudah?
21. Jika usaha Anda berekspansi di masa datang, akankah lokasi itu dapat menampung pertumbuhan itu?

http://www.ciputraentrepreneurship.com/bina-usaha/47-memulai-bisnis/3651-cara-menentukan-lokasi-usaha-terbaik.html
(Brigita Lahutung, 07301541, Manajemen Keuangan)

Rahasia Cara Memilih Tempat Lokasi Usaha yang Menguntungkan

Kalau kata para pakar marketing, place atau lokasi usaha adalah salah satu elemen penting dalam 4P. Sekarang saya akan bagikan kepada anda bagaimana caranya agar anda bisa memilih place dalam 4P tadi dengan tepat.
1. Langkah pertama, begitu anda sudah ketemu lokasi usahanya, tulis alamatnya dengan lengkap supaya anda tidak lupa jika di kemudian hari anda mengecek ulang lokasi bisnis tersebut.
2. Setelah itu, catat nama, alamat, no telepon makelar, contact person atau apapun yang bisa anda hubungi dengan segera.
3. Tanyakan berapa biaya per meter persegi atau tanyakan berapa biaya lokasinya, entah anda mau sewa atau mau beli.
4. Cari tahu sejarah lokasi usaha tersebut. Contohnya jika anda akan menyewa kolam ikan, tanyakan 3 tahun yang lalu apakah aliran sungainya pernah kering.
5. Perhatikan lokasi bisnis yang anda bidik tadi dengan target atau pasar sasaran bisnis anda. Misalkan anda buka jasa fotocopy yang targetnya mahasiswa, cari tempat usaha yang dekat kampus atau lokasi usaha yang banyak kost-kostan.
6. Amati pola lalu lintasnya bagi calon pelanggan bisnis anda. Jika memudahkan bagi calon konsumen anda, berarti lokasi bisnis yang anda bidik punya nilai plus.
7. Perhatikan pula tempat parkir lokasi usaha yang anda bidik tadi. Banyak sekali konsumen yang tidak mau mampir ke tempat usaha anda hanya karena tempat parkir anda yang sempit dan kurang nyaman. Terutama jika bentuknya ruko untuk buka usaha toko atau rumah makan. Tempat parkir bukan hal yang sepele. Hal yang satu ini sering menjadi bahan pengambilan keputusan apakah konsumen mau datang atau mampir ke lokasi anda atau tidak..
8. Tanyakan angka kejahatan lokasi usaha tersebut kepada seseorang yang memenuhi kriteria sebagai pemberi informasi. Ini hal yang penting untuk anda cermati. Kalau anda sudah mendapatkan lokasi usaha yang aman, bangunlah hubungan baik dengan masyarakat sekitar. Sekali anda salah memilih, bisa jadi barang anda raib karena kasus pemalakan, pencurian bahkan perampokan.
9. Pilihlah tempat usaha yang kualitas pelayanan umumnya banyak, misal dekat dengan kantor atau pos polisi, dekat dengan pemadam kebakaran, mudah untuk akses ke rumah sakit dan lain sebagainya.
10. Persiapkan catatan tentang rute perjalanan ke lokasi usaha anda untuk memudahkan anda jika sewaktu-waktu anda ingin mengunjungi lagi tempat usaha pilihan anda tersebut.
11. Cari tahu bagaimana keadaan toko-toko di sekitar lokasi usaha anda dan bagaimana iklim bisnis lokalnya. Apakah ramai, sedang, sepi atau bahkan sangat berprospek.
12. Tanyakan kepada pemerintah daerah setempat bagaimana peraturan penetapan wilayahnya.
13. Apapun bentuk tempat usaha yang akan anda pilih, cek kelengkapan utilities-nya, seperti air pam atau sumur, telepon, listrik dan lain sebagainya.
14. Pastikan bahwa lokasi usaha yang anda pilih dekat atau minimal mudah untuk memperoleh bahan baku atau pasokan buat usaha anda.
15. Selain ketersediaan bahan baku, pilihlah juga lokasi bisnis yang ketersediaan tenaga kerjanya gampang. Usahahakan jangan mendatangkan karyawan dari daerah yang terlalu jauh. Kecuali kalau hal itu tidak bisa anda hindari.
16. Perhatikan juga ketersediaan perumahan bagi karyawan. Bisa dengan perumahan yang siap huni yang memang untuk dijual, atau hanya sekedar dikontrakan.
17. Catat berapa tarif pajak daerah, negara dan penghasilan di lokasi usaha tersebut, kemudian konsultasikan dengan konsultan pajak anda. Tanyakan apa pendapat dan saran mereka bagi anda.
18. Segera evaluasi lokasi bisnis anda sehubungan dengan persaingan. Karena begitu anda salah mengambil langkah ini, anda bisa tergiling dalam persaingan.
19. Terakhir, seperti yang pernah saya tulis dalam artikel prinsip bisnis pareto, cari minimal 10 lokasi usaha yang sesuai dengan kriteria anda. Kemudian pilihlah 2 tempat usaha yang terbaik untuk anda jadikan pedoman sebelum memutuskan untuk mengambil 1 lokasi bisnis yang paling tepat.
Kebanyakan ya tips penentuan lokasi usaha-nya? Moga-moga tidak. Kalau sudah siap, silahkan anda mulai berburu cari tempat usaha yang tepat sebelum keduluan orang lain seperti saya dulu. Setuju?
(sumber gambar : kaskus.us)
http://www.dokterbisnis.net/2010/04/06/rahasia-cara-memilih-tempat-lokasi-usaha-yang-menguntungkan/
(Brigita Lahutung, 07301541, Manajemen Keuangan)

Penentuan Lokasi Dermaga Penyeberangan
Dasar penilaian maupun kriteria yang dipakai dalam pemilihan lokasi dermaga penyeberangan dapat menggunakan beberapa pendekatan seperti berikut ini:
1. Kondisi Teknis Perairan
Kondisi perairan adalah kondisi terhadap parameter perairan terdiri dari antara lain gelombang, ruang gerak kapal, alur pelayaran, arus, pasang surut dan potensi sedimentasi.
2. Kondisi Teknis Daratan
Yang termasuk kondisi daratan antara lain ketersediaan jalan, topografi, status lahan dan ketersediaan lahan untuk area pengembangan.
3. Lingkungan dan Hinterland
Lokasi terletak di daerah yang strategis sehingga dapat memberi dampak sosial, ekonomi terhadap lingkungan dan wilayah belakang (hinterland).
4. Keterpaduan Dengan Moda Transportasi Lain
Lokasi dapat dijangkau dengan mudah oleh moda transportasi lain yang telah tersedia maupun yang termasuk dalam pengembangan jangka panjang.
5. Prasarana Penunjang
Kawasan pelabuhan memerlukan fasilitas pendukung antara lain ketersediaan air bersih, listrik dan telekomunikasi dan terminal BBM.
6. Rencana Tata Ruang Wilayah
Lokasi dermaga yang berada dalam kawasan pengembangan untuk transportasi sesuai dengan tata guna lahan yaitu peruntukan lahan dan peruntukan perairan.

Metode Penilaian
Melakukan pemilihan adalah sesuatu yang memerlukan penilaian yang teliti dan tidak mudah, karena menyangkut bangunan publik infrastruktur yang melibatkan investasi dana publik yang jumlahnya relatif besar. Bila terjadi kesalahan dalam memilih, akan berakibat tidak baik, untuk jangka waktu yang lama. Pemilihan ini memerlukan visi ke depan yang kuat, dan rsikap obyektif, agar didapat hasil yang optimal. Pemilihan yang bersifat kuantitatif, mudah dilakukan, karena tinggal memilih yang nilainya tinggi atau besar saja. Tetapi tidak semua pemilihan itu bersifat kuantitatif, karena ada hal-hal yang sifatnya tidak dapat dikuantitatifkan, sehingga terpaksa harus dilakukan dengan cara kualitatif. Agar terhindarkan dari pemilihan yang subyektif, maka agarnya hasilnya mendekati nilai obyektifitas yang tinggi, biasanya dilakukan pendekatan dengan cara matrikulasi/tabulasi, dimana yang bersifat kualitatif dibuat menjadi kuantitatif.
Untuk menentukan lokasi dermaga ini, dimana banyak faktor yang bersifat kualitatif, maka penerapan model matrix (kualitatif dibuat kuantitatif) tepat untuk dilaksanakan. Langkah awal yang paling baik yang dibutuhkan adalah penetapan suatu dasar kreteria yang berpengaruh sangat signifikan dan melakukan penilaian-penilaian terhadap dasar atau kriteria penentuan lokasi dermaga itu. Metode penilaian yang dipakai disini terdiri dari bobot dan nilai dari setiap kriteria-kriteria tersebut.
Lokasi yang direkomendasikan sebagai lokasi terbaik ditentukan berdasarkan jumlah nilai tertinggi yang diperoleh alternatif yang ditinjau. Berikut ini adalah uraian-uraian mengenai metode tersebut.

Bobot
Prosentase bobot dari suatu persyaratan menunjukkan besarnya tingkat kepentingan yang harus dipenuhi berdasarkan persyaratan dan kriteria perencanaan. Total penjumlahan bobot adalah 100%. Total nilai tertinggi hasil dari penjumlahan bobot dikalikan nilai adalah menunjukkan bahwa alternatif tersebut merupakan alternatif terbaik.
Besarnya bobot untuk masing-masing kreteria ditentukan berdasarkan kepentingan atau besarnya pengaruh dari masing-masing komponen tersebut, terhadap bangunan dermaga ini. Mengingat ini adalah bangunan dermaga, maka dasar pokok dari penentuan lokasi ini adalah ditentukan oleh daerah perairannya. Hal ini mengingat fungsi pelabuhan/dermaga digunakan sebagian besar untuk lalu-lintas kapal, sehingga daerah perairan yang dipentingkan dan wajar bila presentasi bobot penilaiannya paling tinggi (54%). Komponen menonjol yang lain adalah kondisi daratan (25%), dan sisanya adalah komponen lain yang menunjang (21%). Kondisi darat patut dipertimbangkan karena dermaga adalah merupakan titik singgung antara moda darat dan laut. Jadi daratan perlu dipertimbangkan, terutama untuk jalan aksesnya. Komponen lain yang perlu mendapat pertimbangan serius adalah biaya konstruksi, karena bila biayanya terlalu mahal menjadi tidak layak.

http://www.dardela.com/index.php?option=com_content&task=view&id=53&Itemid=
(Brigita Lahutung, 07301541, Manajemen Keuangan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s