Manajemen Bisnis Jasa

Peranan Jasa dalam Perekonomian

Peranan Jasa dalam Perekonomian
oleh: Brigita J. Lahutung

Bab I. PENDAHULUAN

Sektor jasa yang meliputi sector pertambangan, sector industry, sector pertanian, termasuk juga sector kehutanan dan perikanan sangat mempengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan meningkatnya kebutuhan manusia pada sector jasa, menyebabkan tenaga kerja pada sector pertanian menjadi semakin berkurang karena beralihnya tenaga kerja sector pertanian ke sector jasa. Perkembangan industry manufaktur yang semakin pesat juga menyebabkan dibutuhkannya kegiatan-kegiatan di sector jasa contohnya saja dengan semakin dibutuhkannya sector transportasi yang mendukung kelancaran operasi industry.
Kebutuhan akan alat komunikasi yang lebih sempurna untuk mengimbangi kemajuan-kemajuan yang pesat di bidang industry, mengakibatkan teknologi informasi jauh lebih cepatperkembangannya dibandingkan dengan kemajuan industry maupun pertanian. 
Bab II. PEMBAHASAN
Peranan Jasa Dalam Perekonomian
Sector jasa dapat dikelompokkan dalam beberapa bidang jasa, antara lain:
1) Jasa di bidang bisnis (business services), Seperti konsultasi jasa-jasa keuangan dan perbankan.
2) Jasa di bidang perdagangan (distribution services), seperti jasa-jasa perdagangan eceran, grosir, jasa-jasa pemeliharaan dan perbaikan.
Termasuk didalamnya jasa UKM. Terbukti saat krisis global yang terjadi beberapa waktu lalu, UKM hadir sebagai suatu solusi dari sistem perekonomian yang sehat. UKM merupakan salah satu sektor industri yang sedikit bahkan tidak sama sekali terkena dampak krisis global yang melanda dunia. Dengan bukti ini, jelas bahwa UKM dapat diperhitungkan dalam meningkatkan kekompetitifan pasar dan stabilisasi sistem ekonomi yang ada. Dalam pembangunan ekonomi di Indonesia UKM selalu digambarkan sebagai sektor yang mempunyai peranan penting, karena sebagian besar jumlah penduduknya berpendidikan rendah dan hidup dalam kegiatan usaha kecil baik di sektor tradisional maupun modern.
Peranan usaha kecil tersebut menjadi bagian yang diutamakan dalam setiap perencanaan tahapan pembangunan yang dikelola oleh dua departemen yaitu Departemen Perindustrian dan Perdagangan, serta . Departemen Koperasi dan UKM. Namun, usaha pengembangan yang telah dilaksanakan masih belum memuaskan hasilnya karena pada kenyataannya kemajuan UKM sangat kecil dibandingkan dengan kemajuan yang sudah dicapai usaha besar. Pelaksanaan kebijaksanaan UKM oleh pemerintah selama Orde Baru, sedikit saja yang dilaksanakan, lebih banyak hanya merupakan semboyan saja sehingga hasilnya sangat tidak memuaskan. Pemerintah lebih berpihak pada pengusaha besar hampir di semua sektor, antara lain perdagangan, perbankan, kehutanan, pertanian dan industri.
Sebagian besar UKM memproduksi barang konsumsi dan jasa-jasa dengan elastitas permintaan terhadap pendapatan yang rendah, maka tingkat pendapatan rata-rata masyarakat tidak banyak berpengaruh terhadap permintaan barang yang dihasilkan. Sebaliknya kenaikan tingkat pendapatan juga tidak berpengaruh pada permintaan. Hal inilah yang membuat UKM berperan besar dalam perekonomian.
3) Jasa di bidang infrastruktur (infrastructure services), seperti jasa-jasa komunikasi dan transportasi.
Jasa dibidang infrastruktur ini menjadi mata rantai yang sangat penting di antara sector-sektor perekonomian. Jasa di bidang ini berfunmgsi sebagai perantara antara sector-sektor ekstraktif dan sector-sektor produksi, dan sebagai saluran distribusi barang serta jasa dari tan gan produsen ke tangan konsumen.
4) Jasa untuk kepentingan social dan pribadi (social and personal services), seperti rumah sakit, restoran, dan salon kecantikan.
5) Jasa administrasi pemerintah (government service), seperti jasa-jasa pendidikan dan pemerintahan (militer, polisi, pengadilan).
6) Jasa pariwisata
Pariwisata mempunyai peranan penting dalam pembangunan nasional, yaitu sebagai penghasil devisa, meratakan dan meningkatkan kesempatan kerja dan pendapatan, memperkokoh persatuan dan kesatuan, serta budaya bangsa, seperti yang telah diamanatkan dalam Garis garis Besar Haluan Negara (1998) bahwa pengembangan pariwisata, kecuali untuk menghasilkan devisa dan menambah kesempatan penanaman modal, juga menambah volume penyerapan tenaga kerja. Hal ini dimungkinkan karena kepariwisataan sebagai upaya ekonomi, bukan saja padat modal, tetapi juga padat karya.
Dengan demikian, sector pariwisata mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Penyerapan ini terkait dengan peningkatan pariwisata sebagai andalan yang mampu menggalakkan sector lain yang terkait (BPS, 1998). Keberhasilan pengembangan kepariwisataan termaksud, berarti akan meningkatkan perannya dalam Neraca Jasa, dimana kepariwisataan merupakan komponen utamanya. Dalam kedudukannya tersebut, secara tidak langsung juga menunjukkan bahwa pariwisata mempunyai peran yang sangat besar dalam Neraca Pembayaran Indonesia, dimana sampai saat ini, selalu terdapat defisit dalam Neraca Perdagangan, dimana nilai ekspor lebih rendah daripada nilai impor.
Seperti yang diketahui, bahwa nilai ekspor ternyata selalu cenderung berada di bawah nilai impor. Demikian pula halnya dengan jasa-jasa neto Indonesia, setiap tahun masih mengalami defisit, yang berarti bahwa sisi pengeluaran jasa-jasa masih lebih besar daripada sisi penerimaannya. Guna mengimbangi pengeluaran jasa-jasa tersebut, diupayakan meningkatkan penerimaan devisa melalui berbagai sector jasa, di antaranya sector pariwisata, yang terus didorong pertumbuhannya. Berkaitan dengan itu, langkah-langkah untuk mengembangkan sector pariwisata dan industri-industri jasa pendukungnya terus dilakukan. Mengingat potensinya yang sangat besar dalam menghasilkan devisa dan penyediaan lapangan kerja, maka dikembangkan sarana dan prasarana pariwisata di dalam negeri, yang sasarannya adalah meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia dan ekspor jasa non migas melalui program-program kepariwisataan, seperti halnya melakukan promosi di luar negeri, dan berpartisipasi dalam acara kepariwisataan internasional.
Penerimaan devisa untuk jasa diharapkan meningkat pesat dari sektor pariwisata dan penerimaan devisa dari transfer pendapatan tenaga kerja di luar negeri. Walaupun pemasukan devisa dari sektor pariwisata dan pengiriman tenaga kerja Indonesia ke luar negeri terus meningkat, namun pengeluaran jasa-jasa masih menunjukkan defisit. Hal tersebut karena pengeluaran devisa jasa-jasa masih sangat besar. Dengan demikian makin jelas peranan dari pariwisata dalam neraca pembayaran Indonesia. Dan oleh karena itu, berbagai upaya dan langkah-langkah konkrit dilaksanakan untuk meningkatkan sektor pariwisata.
Gambar berikut memperlihatkan dimana sector jasa sangat menunjang kegiatan-kegiatan jasa pada sector lain.

Evolusi Ekonomi Dari Masyarakat Agraris Ke Masyarakat Jasa
Sejarah perkembangan sector jasa dalam perekonomian atau evolusi ekonomi terdiri dari 5 tahap dengan bidang-bidang ekonomi di masing-masing tahap, dapat dilihat dalam tabel berikut:
Tahap Pertama (Primary)
(Extractive) Pertanian, pertambangan, perikanan, perhutanan
Tahap Kedua (secondary)
(Goods-Producing) Manufaktur (pembuatan) barang, pemrosesan barang
Tahap ketiga (tertiary)
(domestic services) Restoran dan hotel, salon kecantikan, jasa cuci pakaian, jasa pemeliharaan dan perbaikan
Tahap keempat (quatemary)
(trade and commerce service) Transportasi, jasa eceran, jasa komunikasi, keuangan dan asuransi, perumahan, dan pemerintahan
Tahap kelima (quinary)
(refining and extending human capacity) Kesehatan, pendidikan, penelitian, rekreasi dan seni
Kegiatan di sector jasa dimulai pada tahap ketigayaitu kegiatan jasa di bidang perhotelan dan restoran. Pada tahap-tahap selanjutnya, terlihat perkembangan sector jasa yang semakin mendominasi sector-sektor lainnya yang juga mencerminkan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik.
Masyarakat Pasca Industry
Di samping meningkatnya bisnis jasa seiring dengan meningkatnya peranan sector-sektor lain dalam perekonomian, dampak dari evolusi ekonomi juga akan terasa pada perubahan pergerakan tenaga kerja masyarakat.
Secara global, perkembangan industry jasa dapat diukur dari jumlah tenaga kerja yang bekerja pada sector jasa dan bisa juga diukur dari berapa besar kontribusi sector jasa dalam produk domestic bruto.
Perkembangan Bisnis Jasa Di Indonesia
Industry jasa di Indonesia telah memberikan kontribusi yang cukup baik bagi perekonomian Indonesi, di mana setiap tahun terlihat peningkatan jumlah pendapatan dari sector ini. Konsekuensinya, tenaga Indonesia yang bekerja di sector jasa juga sudah cukup besar, yaitu >43.4%, yang melebihi tenaga yang bekerja di sector industry yang hanya 12.6%. dan yang hampir sama dengan tenaga kerja yang bekerja di sector pertanian, yaitu 44%, meskipun selama ini Negara Indonesia terkenal dengan Negara pertanian (agraris).
Peranan Manajer Jasa
Keberhasilan sector jasa bergantung pada kemampuan yang dimiliki oleh manajer di bidang ini untuk selalu menemukan inovasi dan mengelola keahliannya agar senantiasa dapat meningkatkan kualitas dan produktifitasnya.
Para manajer juga harus memperhatikan beberapa hal berikut agar kegiatannya dapat berjalan dengan baik.
 Penemuan baru di bidang teknologi (innovation)
Inovasi di bidang jasa dapat dilihat dengan pemanfaatan kemajuan di bidang informasi untuk mendukung aktivitas-aktivitas lain. Meskipun penemuan-penemuan baru di sector jasa dapat dilaksanakan, tetapi tidak semudah melaksanakan penemuan barui di produk (product development process)
 Tantangan dari perubahan masyarakat
Terdapat tiga perubahan dalam kebiasaan masyarakat yang sangat mempengaruhi bisnis jasa, yaitu,
a. Perubahan dalan sruktur usia (aging population)
b. Semakin banyak jumlah suami-istri yang bekerja (two income families
c. Meningkatnya jumlah orang yang hidup sendiri (single people)
 Pengaruh dari skala ekonomi dan ruang lingkup ekonomi (economies of scale and economies of scope)
Skala ekonomi (ekonomi biaya rendah) dimungkinkan karena biaya peralatan atau biaya tetap akan semakin rendah dengan meningkatnya volume jasa yang terjual. Manajer di bidang jasa harus sanggup bersaing untuk memberikan pelayanan yang prima dan lebih baik dibandingkan saingannya, karena kualitas jasa yang diberikan bergantung pada kepuasan pelanggan.
Perubahan dalam lingkup ekonomi, termasuk juga ekonomi biaya rendah. Karena dengan menggunakan metode yang baru baik dari segi komunikasi maupun distribusi jasa dengan pelanggan yang terebar, menyebabkan biaya marjina semakin rendah.
 Komplesitas dan persaingan internasional (complexity and international competitiveness)
Persaingan di bidang jasa tidak hanya di dalam negeri, tetapi lebih tajam, yaiut persaingansecara global dengan memanfaatkan kemajuan-kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Banyak Negara maju menanamkan modal di luar negeridalam kualitas proiduk sertasumber daya manusia yang umumnya lebih baik daripada yang ada di Negara berkembang.
(Brigita Lahutung, 07301541, Manajemen Keuangan)

Bab III. PENUTUP

KESIMPULAN
Industry jasa bukan merupakan bidang usaha yang berdiri sendiri, melainkan sangat terkait dengan kehidupan masyarakat. Majunya perekonomian di bidang pertanian maupun manufaktur, secara simultan akan meningkatkan industry di bidang jasa. Sector jasa tidak hanya sekedar memberikan fasilitas melainkan juga sebagai aktivitas yang memungkinkan terlaksananya produksi barang-barang secara ekstraktif sampai ke sector manufaktur yang merupakan kekuatan yang sangat penting, terutama dalam menghadapi tantangan perekonomian di era globalisasi.

(Brigita Lahutung, 07301541, Manajemen Keuangan)

DAFTAR PUSTAKA

http://www.jurnalpariwisata.com/files/jurnal041/Peran-Pariwisata-Dalam-Neraca-Pembayaran-Indonesia.pdf

http://siteresources.worldbank.org/INTINDONESIA/Resources/Publication/280016-1168483675167/NBFIExe_Bhs.pdf

http://www.ekonomirakyat.org/edisi_13/artikel_2.html

 Jasfar,Farida,Manajemen Jasa, pendekatan terpadu, Ghalia Indonesia

One thought on “Peranan Jasa dalam Perekonomian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s