Pasar Modal dan Porofolio

Strategi Pengendalian Pasar Modal

Brigita J Lahutung

STRATEGI PENGENDALIAN PASAR MODAL DI INDONESIA DARI PENGARUH INVESTOR ASING

 Penanam Modal
Pengendalian pelaksanaan penanaman modal merupakan upaya mengevaluasi kegiatan penanaman modal. Kegiatan ini meliputi pemantauan, pembinaan dan pengawasan terhadap aktivitas proyek investasi sesuai hak, kewajiban dan tanggung jawab yang dimiliki investor.
Evaluasi penanaman modal merupakan sarana untuk mencapai kelancaran dan ketepatan pelaksanaan penanaman modal. Sasaran lain yang ingin dicapai adalah pengumpulan data realisasi penanaman modal yang lebih akurat. Oleh karena itu, kegiatan pengendalian pelaksanaan penanaman modal ini lebih menekankan diri untuk:
1. Memperoleh data perkembangan realisasi penanaman modal serta informasi masalah dan hambatan yang dihadapi perusahaan;
2. Membimbing dan memfasilitasi penyelesaian masalah dan hambatan yang dihadapi perusahaan;
3. Mengawasi pelaksanaan kegiatan proyek penanaman modal sesuai ketentuan yang berlaku. Termasuk pula mengawasi penggunaan fasilitas fiskal serta melakukan koreksi terhadap penyimpangan yang dilakukan perusahaan.
Menjadi seorang penanam modal merupakan profesi yang sangat penting karena terlibat langsung dalam peningkatan ekonomi suatu bangsa. Begitu dihargainya sosok investor sehingga keberadaannya diberikan hak, kewajiban dan tanggung jawab. Semua penghargaan itu tentunya untuk menciptakan komitmen yang tinggi ketika melibatkan diri pada konstelasi iklim penanaman modal di Indonesia.
Evaluasi penanaman modal dilakukan secara preventif dan korektif (termasuk represif). Secara preventif, pengendalian pelaksanaan penanaman modal dilakukan dengan:
1. Pemantauan kompilasi, yakni verifikasi serta evaluasi dari LKPM dan berbagai sumber lainnya;
2. Melakukan pembinaan dengan cara penyuluhan tentang aturan penanaman modal. Pembinaan juga dilakukan dengan cara memberikan konsultasi dan bimbingan pelaksanaan penanaman modal sesuai ketentuan perizinan yang dimiliki penanam modal. Pembinaan lainnya dengan cara memberikan bantuan dan memfasilitasi investor yang mengalami masalah, kendala dan hambatan ketika merealisasikan proyek penanaman modalnya.
3. Melakukan pengawasan dengan cara meneliti dan mengevaluasi terhadap informasi pelaksanaan ketentuan penanaman modal beserta fasillitas yang telah diberikan kepada proyek investasi.Kegiatan pemantauan dilakukan oleh intansi penanaman modal pusat maupun daerah sesuai tingkat kewenangan yang dimiliki. Hal ini bisa dilihat dari kewenangan (dalam memproses Pendaftaran Penanaman Modal, Izin Prinsip Penanaman Modal, Persetujuan Penanaman Modal dan Izin Usaha) yang dimiliki.
 Strategi Pengendalian yang dilakukan

Tren derasnya modal asing yang masuk ke Indonesia dengan mudah terlihat dari berbagai indikator seperti menguatnya indeks harga saham gabungan (IHSG) porsi kepemilikan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Utang Negara (SUN). nilai tukar yang terus menguat, juga menjadi indicator lain.
Hingga 3 Maret 2011, kepemilikan asing di SBI mencapai Rp.66,9 triliun atau 34.4% dari total dana SBI. Sedangkan dari instrumen SUN, dana asing mencapai Rp.200,1 triliun atau sekitar 29,6% dari total dana di SUN.
Seperti yang dilansir dalam Koran Jakarta edisi 4 April 2011, Bank Indonesia mengupayakan perlambatan aliran dana investor mancanegara keluar dan masuk ke dalam negeri. BI menolak jika kebijakan tersebut dikaitkan dengan capital control namun hanya sebagai strategi mengurangi kecepatan keluar masuknya investasi asing/dana asing dan bukan hanya dalam lingkup bank tapi semua. Otoritas moneter mengaku masih melalaikan kajian tentang pengendalian modal. Bank sentral menyatakan wacana capital control akan diterapkan ketika situasi mendesak. Besarnya konsekuensi yang ditanggung jika melakukan pengendalian dana asing membuat BI harus mengaji masak-masak wacana itu. BI pun bercermin pada Malaysia dan Thailand, yang mewajibkan eksportirnya menyimpan pendapatan mereka di dalam negeri, tidak menerapkan capital control.
Langkah pengendalian keluar masuknya investasi asing di portofolio yang likuid merupakan hasil dari kajian BI setelah melihat guncangan pada rupiah akibat hot money. Bank sentral telah mengumpulkan informasi para spekulan yang bermain di pasar.
Menurut Kepala Ekonom Bank Mandiri Mirza Adityaswara, langkah yang harus ditempuh BI untuk memperlambat arus modal asing adalah melarang investor mancanegara membeli Sertifikat Bank Indonesia karena menurutnya SBI bukanlah instrument investasi. Ini dikarenakan dana yang masuk ke SBI tidak bisa digunakan oleh Negara. Hal senada diungkapkan oleh pengamat valas Farial Anwar. Penempatan dana asing di SBI sangat merugikan karena dananya tidak bisa digunakan untuk pembangunan, sementara BI harus memberikan bunga setiap bulan.
Sebenarnya langkah yang dapat ditempuh juga adalah dengan penerapan pajak pada modal asing seperti kajian dari Badan Kebijakan Fiskal (BKF) namun pihak Bapepam-LK mengatakan bahwa kebijakan penerapan pajak untuk aliran modal asing yang masuk (capital inflow) tidak akan dilakukan pada saat ini. Rencana pemerintah saat ini hanya berusaha mengatur gejolak atau volatilitas dari pergerakan modal masuk dan mengelola dengan baik aliran modal keluar.

Selain itu, berikut adalah beberapa alternatif kebijakan untuk mengendalikan pengaruh investor asing:

1. Pengkajian dan penetapan kebijakan teknis pengendalian pelaksanaan penanaman modal skala nasional.
2. Pelaksanaan pemantauan, bimbingan dan pengawasan pelaksanaan penanaman modal berkoordinasi dengan instansi penanaman modal provinsi/instansi penanaman modal kabupaten/kota
3. Pengambilan kebijakan dengan mempetimbangkan dan memperhatikan kewajiban dan tanggung jawab invetor baik investor asing maupun investor asing berikut :

Kewajiban penanam modal:
1. Meningkatkan kompetensi tenaga kerja Indonesia (WNI) melalui pelatihan kerja sesuai ketentuan yang berlaku;
2. Menyelenggarakan pelatihan dan melakukan alih teknologi kepada tenaga kerja Indonesia (WNI) bila perusahaannya memperkerjakan tenaga kerja asing, sesuai ketentuan yang berlaku;
3. Menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik;
4. Melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan;
5. Menyampaikan LKPM;
6. Menghormati tradisi budaya masyarakat sekitar lokasi usahanya;
7. Mematuhi semua ketentuan peraturan perundang-undangan;
8. Mengalokasikan dana secara bertahap untuk pemulihan lokasi yang memenuhi standar kelayakan lingkungan hidup bila perusahaannya mengusahakan sumber daya alam yang tidak terbarukan, sesuai peraturan yang berlaku;
Tanggung jawab investor:
1. Menjamin tersedianya modal yang berasal dari sumber yang tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan yang berlaku;
2. Menanggung dan menyelesaikan segala kewajiban dan kerugian jika investor menghentikan atau menelantarkan proyek investasinya;
3. Menciptakan iklim usaha persaingan yang sehat, mencegah praktik monopoli dan lainnya yang dapat merugikan negara;
4. Menjaga kelestarian lingkungan hidup;
5. Menciptakan keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kesejahteraan pekerja;
6. Mematuhi semua ketentuan peraturan perundang-undangan
(Brigita Lahutung, 07301541, Manajemen Keuangan)

Sumber:
http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/pengendalian-pelaksanaan-penanaman.html
http://www.koran-jakarta.com
http://sentralvalas.com
http://bataviase.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s