Manajemen Keuangan Intenasional

Multinational Corporation

MultiNational Corporation (MNC)
Brigita Lahutung

A. PENGERTIAN MNC
Menurut Yuliati dan Prasetyo (2002:12) menyatakan bahwa perusahaan multinasional (multinational company) atau disingkat MNC dapat didefinisikan sebagai perusahaan yang melakukan aktivitas produksi dan penjualan barang atau jasa di lebih dari satu negara. MNC merupakan perkembangan lebih lanjut dari perdagangan internasional dengan mengekspor barang. Dalam kegiatan bisnisnya, sebuah MNC akan dikoordinir oleh perusahaan induk (biasanya berlokasi di negara asal atau home country), di mana fokus perhatian adalah prestasi MNC secara keseluruhan.
(Brigita Lahutung, 07301541, Manajemen Keuangan)

B. PERANAN MKI
Diperlukan system manajemen keuangan internasional yang baik untuk mendukung efisiensi manajemen suatu perusahaan. Manajemen keuangan internasional dapat meningkatkan exposure sebuah multinational corporation terhadap pergerakan nilai tukar, kondisi ekonomi luar negri, dan resiko politik. Setiap Negara dapat mengantisipasi serta menghadapi globalisasi melalui MNC.
Pengetahuan manajemen keuangan internasional membantu dalam dua hal penting, yaitu:
1. Manajemen keuangan internasional membantu manajer keuangan memutuskan bagaimana pengaruh berbagai kejadian-kejadian internasional terhadap perusahaan dan langkah-langkah apa yang dapat diambil untuk memanfaatkan perkembangan positif dan menghindarkan perusahaan dari dampak negatif.
2. Manajemen keuangan internasional membantu manajer mengantisipasi kejadian dan membuatnya mampu mengambil keputusan yang menguntungkan, sebelum kejadian-kejadian tersebut terjadi. Kejadian-kejadian yang harus diantisipasi tersebut dapat berupa perubahan kurs valuta asing, tingkat bunga, laju inflasi, pendapatan nasional dan kemungkinan adanya perubahan aspek politik.
(Brigita Lahutung, 07301541, Manajemen Keuangan)

C. TEORI PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Dilihat dari perkembangannya, teori perdagangan internasional dibedakan menjadi:
1. Teori Merkantilisme
Adalah suatu aliran atau filsafat ekonomi yang tumbuh dan berkembang dengan pesat pada abad XVI – XVIII serta menguasai penghidupan ekonomi di negara-negara eropa dengan praktek penerapan peraturan yang sangat menguntungkan kelompoknya. Tujuan merkantilisme adalah untuk melindungi industri yang telah ada dari saingan-saingan luar negeri.
(Brigita Lahutung, 07301541, Manajemen Keuangan)

2. Teori Klasik (Adam Smith)
a. Teori Absolute Advantage
Bahwa setiap negara akan memperoleh manfaat perdagangan internasional karena melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor barang jika negara tersebut memiliki keunggulan mutlak (absolute advantage) serta mengimpor barang jika negara tersebut tidak memiliki keunggulan mutlak.
b. Comparative Advantage (David Ricardo)
Teori David Ricardo didasarkan pada nilai tenaga kerja (Theory of labour value) yang menyatakan bahwa “nilai atau harga suatu produk ditentukan oleh jumlah waktu atau jam kerja yang diperlukan untuk memproduksinya.”
c. Production Comparative Advantage
Suatu negara akan memperoleh manfaat dari perdagangan internasional jika melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor barang dimana negara tersebut dapat berproduksi relatif lebih produktif serta relatif kurang atau tidak produktif.

3. Teori Modern
a. Eli Heckcher dan Bertil Ohlin (HO)
Perbedaan opportunity cost suatu produk antara satu negara dengan negara lain dapat terjadi karena adanya perbedaan jumlah atau proporsi faktor produksi yang dimiliki masing-masing negara. Perbedaan tersebutlah yang dapat menimbulkan terjadinya perdagangan internasional.
b. Wassily Leontif (Paradox Leontif)
Ekspor terdiri atas barang-barang yang padat karya atau tenaga kerja. Sebaliknya impor terdiri atas barang-barang yang padat modal (capital intensive).

D. TEORI BISNIS INTERNASIONAL
Teori Bisnis Internasional terbagi atas 3 (tiga) teori:
1. Teori Keunggulan Komparatif
Teori keunggulan komparatif menekankan bahwa setiap negara mempunyai kekhasan dalam corak dan ragam, serta kualitas dan kuantitas sumber dayanya, baik kekayaan alam, sumber daya manusia, penguasaan teknologi dan sebagainya. Perbedaan sumber daya antar negara mendorong mereka untuk melakukan spesialisasi. Kegiatan produksi barang dan kreasi jasa diarahkan untuk mengekploitasi kelebihan yang dimiliki, sehingga dapat dihasilkan barang dan jasa yang lebih efisien dan bermutu. Barang dan jasa ini akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan sebagian akan diekspor ke negara lain. Sebagai gantinya, akan diimpor barang dan jasa dari negara lain yang memiliki keunggulan dalam memproduksi dan mencipta barang dan jasa tersebut.
Setiap negara akan memfokuskan aktivitasnya pada objek, di maan ia memiliki keunggulan komparatif dibanding negara lain dalam menghasilkan objek tersebut. Spesialisasi kegiatan ini akhirnya akan memunculkan kebutuhan untuk melakukan perdagangan internasional yang menikmati manfaat berupa: peningkatan kualitas, kuantitas dan bermacam-macam alat pemuas yang ada di negara itu (Yuliati dan Prasetyo, 2002:7).
2. Teori Pasar tidak Sempurna
Perdagangan internasional mungkin tidak akan terwujud seandainya seluruh sumber daya produksi dapat berpindah atau dipindahkan dari satu negara ke negara lain tanpa batas. Mobilitas faktor-faktor produksi yang sangat tinggi dan fleksibel akan menyetarakan biaya dan tingkat keuntungan serta menghilangkan keunggulan komparatif setiap negara. Akibatnya perdagangan internasional kurang memberi manfaat. Sayangnya, kondisi pasar yang sempurna ini sulit terwujud.
Teori ketidaksempurnaan pasar menyatakan bahwa terdapat satu kondisi ketidaksempurnaan pasar, di mana faktor-faktor produksi sulit berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain (immobile) karena terdapat pembatasan-pembatasan dan biaya-biaya. Immobilitas faktor-faktor produksi ini menjadikan perdagangan internasional tetap menarik, karena terdapat perbedaan biaya dan tingkat keuntungan antar negara (Yuliati dan Prasetyo, 2002:8).
3. Teori Siklus Produk
Menyatakan bahwa sebuah perusahaan awalnya berusaha memantapkan dirinya dalam pasar local dan kemudian berekspansi ke dalam pasar luar negri sebagai reaksi terhadap permintaan asing atas produknya.

E. EVOLUSI MNC
Evolusi Perusahaan Multinasional melalui tahapan-tahapan :
 Ekspor, merupakan proses awal menjadi perusahaan multinasional.
Kebaikan : secara tidak langsung dapat melakukan riset pasar, investasi rendah krn tidak mendirikan fasilitas produksi, kemungkinan gagal dan dinasionalisasikan rendah
Keburukan : Jika respon pasar baik akan sulit memenuhi permintaan pasar dan sering dijadikan sasaran protoksi produk subsitusi impor dinegara tujuan sehingga memaksa MNC mendirikan fasilitas produksi atau memberikan lisensi kepada mitra lokalnya.
 Memberikan Lisensi dan mendirikan fasilitas produksi kepada mitra lokalnya.
Kelemahannya: sering tidak terjadi tranfer teknologi dikarenakan memang tidak ditulis, komponen utama masih dikirim dari pusat dan mitra lokal hanya tertarik dengan merakit saja tidak mendirikan pabrik secara utuh. Spt mobil jepang dari built up (utuh) menjadi terurai (knock down).
 Investasi langsung (foreign direct investmnet).
Cara ini diambil setelah ada jaminan bahwa investasi itu aman dari resiko dan persaiangan mitra lokal dan mnguntungkan karena pasar telah berkembang dan memberikan respon yang positif. Spt : Astra mengembangkan program diklat kepada bengkel-bengkel hingga ke desa-desa diseluruh Indonesia dg tujuan mengamankan investasi yang besar telah tertanam karena pelayanan purna jual dan ketersediaan suku cadang dapat dipenuhi.

F. KARAKTERISTIK MNC
Menurut Dymza, 1972, karakteristik MNC adalah sebagai berikut:
 Pembuat keputusan selalu mempertimbangkan kesempatan yg ada secara global
 Sejumlah aset MNC diinvestasi secara internasional
 Bergerak dalam produksi internasional & mengoperasikan beberapa pabrik di beberapa negara
 Pengambilan keputusan manajerial didasarkan pd perspektif yg meliputi seluruh dunia

G. FUNGSI DAN TUJUAN MANAJEMEN KEUANGAN DALAM MNC
MKI didesain untuk menyediakan bagi para manajer keuangan sekarang dengan pengetahuan atas konsep & alat fundamental menjadi para manajer global yang efektif.
Manajemen keuangan internasional meliputi aktivitas:
a) aliran financial, yaitu arus masuk modal dan pinjaman,
b) aliran riil, yaitu arus masuk barang dagangan barang (bahan baku, barang setengah jadi, dan barang jadi,
c) aliran budaya, yaitu arus masuk ilmu pengetahuan, teknologi, dan pola pikir dan perilaku.
Hakikatnya manajemen keuangan internasional adalah eksport capital, budaya, dan barang dagangan dari negara-negara kapitalis maju ke negara-negara sedang berkembang.
Keuangan internasional penting bagi:
• Ekspansi perusahaan multinasional (MultiNational Corporation atau MNC) ke Negara-negara sedang berkembang (NSB),
• Ekspansi ideology globalisasi, dan
• Perdagangan internasiolan (Ekspor-impor).
Para pemikir ekonomi liberal menyatakan bahwa ekspansi MNC ke negara-negara sedang berkembang merupakan lokomotif pembangunan di NSB, oleh sebab itu kehadirannya sangat diharapkan.
Memasuki era globalisasi yang ditandai dengan semakin terintegrasinya perekonomian dunia, posisi dan peran manajemen keuangan internasional menjadi semakin menonjol. Perkembangan bisnis global tidak dapat dipisahkan dari keberadaan MNC. Perkembangan MNC antara lain didorong oleh keinginan untuk memperluas pasar produk dan untuk mendapatkan kinerja perusahaan yang lebih efisien.
Pengetahuan manajemen keuangan internasional membantu dalam dua hal penting, yaitu:
1. Manajemen keuangan internasional membantu manajer keuangan memutuskan bagaimana pengaruh berbagai kejadian-kejadian internasional terhadap perusahaan dan langkah-langkah apa yang dapat diambil untuk memanfaatkan perkembangan positif dan menghindarkan perusahaan dari dampak negatif.
2. Manajemen keuangan internasional membantu manajer mengantisipasi kejadian dan membuatnya mampu mengambil keputusan yang menguntungkan, sebelum kejadian-kejadian tersebut terjadi.
(Brigita Lahutung, 07301541, Manajemen Keuangan)

SUMBER:
http://id.shvoong.com/social-sciences/economics/2156808-teori-perdagangan-internasional/
 armaini.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/1156/MK-INTER.doc
http://karyailmiah-irfan.blogspot.com/2010/11/manajemen-keuangan-internasional.html
http://aryaajus.blogspot.com/2010/01/pentingnya-manajemen-keuangan.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s