Activities Post (Diary)

Asian Agri (Training)

Training calon-calon asisten di Asian Agri akan berlangsung selama +/- 6 bulan. angkatan kami disebut Plantation Center of Excellence (PCOE) Batch I 2013. Jumlah peserta 63 orang, dengan rincian 22 orang trainee untuk AAT XIII/2013, 13 orang trainee TAT IX/2013 dan EAT XXIX/2013 28 orang. Program Administration Assistant Training (AAT) dipersiapkan untuk menjadi Kepala Tata Usaha (Accounts & Admin Assistant), program TAT (Traction Assistant Training) menjadi Asisten Traksi (Traction, Asst) dan EAT (Estate Assistant Training) menjadi Asisten lapangan (Estate, Asst). Kegiatan dimulai pada tanggal 7 Januari- 4 Juli 2013 yang diisi dengan 3 bulan pembelajaran di TC dan 3 bulan sisanya untuk praktek lapangan.
Pada saat masa orientasi kami diperkenalkan dengan staf-staf pengajar di Asian Agri Learning Institute. Pak Victory Brahmana selaku Training Manager, Pak Sufryiadi sebagai Head Training Officer, Pak Resman Girsang sebagai traiing officer untuk program EAT, Pak M. Nurhuda untuk training officer program TAT dan Pak Tovariga T. Ginting sebagai training officer untuk program AAT.
Banyak hal baru yang didapat selama training di AAALI, yang pastinya ketemu dengan beragam budaya dan karakter. Kami peserta dari Sulawesi dan Jawa lah yang agak kesulitan pada waktu awal adaptasi dengan budaya Batak yang menjadi mayoritas. Awalnya sempat agak ngeri karena mereka nampaknya temperamen dan kasar, ternyata salah! mereka baik dan friendly semua, itu hanya pengaruh dialek aja, the best lah pokoknya ^_^.
Morning ActivityCIMG0301

Pelatihan yang didapat mencakup fisik dan mental, latihan fisik ya hanya olahraga seperti biasa, melatih ‘ketahanan’ lengan, lutut dan siku yang paling sering dilakukan, paling sulit menurut saya sih cuma bangun pagi aja,😀 karena setiap hari kegiatan dimulai dari jam 4 subuh!
Karakter dan mental yang menjadi sasaran utama dibentuk dalam proses training, karakter yang benar-benar beda jauh dari kebiasaan yang saya jalani. Ehh, ada satu yang paling susah untuk saya lakukan dan kemungkinan tidak akan pernah bisa, di training Center itu DILARANG SENYUM! What a crazy rule! padahal dari kecil diajari utuk ramah kepada orang lain, salah satunya dengan senyum, kata orang kalo jarang senyum itu cepat tua.Pernah sekali saya kena punish cuma gara-gara senyum. Kata training officer nya ga boleh tebar pesona dan kecentilan (Haa?! tebar pesona?? ngapain tebar pesona, ga ada yang menarik kok, lagian pesona ku kan keluar dengan sendirinya, hahahaha). Susah lho pak pasang tampang garang, sampai kapan pun ga akan pernah bisaaaa….
Selama seminggu pertama dimulai dengan Basic Dicipline dibawah arahan bapak-bapak dari TNI. Didikannya memang keras tapi hasilnya juga nampak kok. Terima Kasih buat Pak Suratmono, Pak Ginting dan bapak-bapak TNI yang lain. Meskipun sering jadi ‘Kelinci Percobaan’, entah kenapa, mungkin karena saya peserta yang paling jauh asalnya ya?🙂 tapi kalian benar-benar cocok jadi panutan.
Paling senang waktu ketemu sama peserta-peserta yang perempuan, akhirnya ada teman ngerumpi juga, 5 orang sekaligus dalam 1 kamar selama beberapa bulan, kebayang ga apa aja yang jadi bahan gosip di dalam kamar itu. Dari total 63 orang, hanya 5 orang cewe yang jadi peserta. Ada rizqi Hapsari (Jawa), Niez Situmeang (Padang), Helen Silitonga (Riau) dan Mei Sagala (Medan). Tiap malam ada aja yang digosipin, sampe cape petugas piket malam negur kami gara-gara ribut. Scene jongkok bareng dalam foto ini hasil dari motto kami di TC “Lebih baik sembunyi daripada kena”, hahahaa
Wonder Woman

Kalo pas di kelas itu paling seru sama anak-anak AAT.. Menjadi satu-satunya trainee yang paling cantik di program AAT itu ada untung sama ruginya juga. Di kelas, selalu aja pake jurus ‘ladies first’, sering digodain, karena cewe nya cuma the one and only. Tapi semuanya baik dan perhatian, serasa punya 21 orang bodyguard (artis aja kalah!)
Workless

Asian Agri
With PMS Team
DSC00965_副本
Our team, AAT

Nantinya ada juga 1 minggu sesi untuk observasi praktek di lapangan yang disebut Field Session. Trainee tidak nginap di TC, tapi di rumah-rumah staff, yang perempuan tetap tinggal di TC (takut mungkin mereka kami bakalan diculik,hehe). Tapi semua berjalan seperti biasa, serius tapi santai..

To be Continued…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s